Berita  

Warga Jatikarya Curhat Soal Sarana Olahraga dan SPMB di Reses H. Edi, Siap Dikawal ke DPRD

ELEGANNEWS KOTA BEKASI 

Beragam aspirasi masyarakat mengemuka dalam Reses II Tahun Anggaran 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Golkar, H. Edi, di RW 09, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Rabu (8/7/2026) malam. Mulai dari kebutuhan pembangunan sarana olahraga hingga persoalan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjadi perhatian utama warga.

Dalam dialog bersama masyarakat, warga berharap Pemerintah Kota Bekasi memberikan perhatian terhadap penyediaan fasilitas olahraga yang dinilai masih terbatas. Menurut mereka, keberadaan lapangan dan sarana olahraga sangat penting sebagai ruang aktivitas positif bagi anak-anak dan generasi muda di lingkungan.

Selain persoalan infrastruktur olahraga, pelaksanaan SPMB juga menjadi keluhan yang banyak disampaikan. Sejumlah warga mengaku kecewa karena masih ada anak yang tidak diterima di sekolah negeri meski tempat tinggalnya berada di sekitar sekolah tujuan.

“Banyak yang tidak diterima, padahal rumahnya dekat dengan sekolah. Lalu ini bagaimana?” ujar salah seorang warga saat menyampaikan aspirasinya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, H. Edi menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi agar dapat diperjuangkan melalui fungsi DPRD.

“Tugas dan fungsi dewan adalah legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Semua aspirasi masyarakat akan kami tampung dan diperjuangkan sesuai dengan skala prioritas pembangunan,” kata H. Edi.

Ia juga memastikan komunikasi dengan masyarakat tidak hanya dilakukan saat masa reses. Menurutnya, warga dapat menyampaikan berbagai persoalan kapan pun diperlukan.

“Silakan sampaikan aspirasi kapan saja. Nomor telepon dan rumah saya selalu terbuka bagi masyarakat,” ujarnya.

Terkait keluhan pelaksanaan SPMB, H. Edi menyatakan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi bersama pemerintah daerah agar sistem penerimaan peserta didik pada tahun-tahun mendatang dapat berjalan lebih baik dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.

Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat agar tidak terlalu khawatir apabila anaknya belum diterima di sekolah negeri. Pasalnya, Pemerintah Kota Bekasi telah bekerja sama dengan sejumlah sekolah swasta melalui program sekolah swasta gratis sebagai alternatif untuk menjamin akses pendidikan bagi seluruh peserta didik.

“Persoalan ini tentu akan kita evaluasi bersama. Namun masyarakat tidak perlu khawatir karena saat ini sudah ada sekolah swasta gratis yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi sehingga anak-anak tetap dapat memperoleh layanan pendidikan,” pungkasnya. ( Adv )