ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Wakil Ketua III DPRD Kota Bekasi, Puspa Yani, menghadirkan suasana berbeda dalam pelaksanaan Reses II Masa Sidang Tahun 2026. Bertepatan dengan agenda reses terakhir, ia mengajak warga di Kecamatan Pondok Gede mengikuti nonton bareng (nobar) Piala Dunia sambil berdialog mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, Minggu (12/7/2026).
Konsep reses yang dikemas santai tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga tidak hanya menikmati pertandingan sepak bola bersama, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
Menurut Puspa Yani, kegiatan reses tidak harus selalu berlangsung secara formal. Dengan suasana yang lebih akrab, komunikasi antara masyarakat dan anggota DPRD menjadi lebih terbuka sehingga berbagai persoalan di lingkungan dapat disampaikan tanpa sekat.
“Reses adalah kewajiban anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Kami ingin menghadirkan suasana yang lebih santai agar warga lebih nyaman menyampaikan aspirasi mereka,” ujar Puspa.
Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan disampaikan warga, mulai dari kondisi lingkungan, pelayanan kesehatan, hingga kebutuhan pembangunan di lingkungan permukiman. Seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Bekasi agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa setiap masukan masyarakat memiliki nilai penting dalam menentukan arah pembangunan di Kota Bekasi. Karena itu, ia berkomitmen mengawal seluruh aspirasi sesuai kewenangan yang dimiliki DPRD.
Selain menyerap aspirasi, Puspa juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak masyarakat memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Ia menilai, hubungan yang baik antara pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat menjadi modal utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di wilayah.
“Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan wakilnya di DPRD. Semua masukan akan kami tampung dan perjuangkan sesuai skala prioritas. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus mempererat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah,” katanya.
Melalui konsep reses yang lebih humanis, Puspa berharap budaya dialog di tengah masyarakat semakin tumbuh sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik serta kolaborasi antara pemerintah dan warga. ( Slam )













