ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Persoalan keamanan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi salah satu aspirasi yang mengemuka dalam Reses II Anggota DPRD Kota Bekasi sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Oloan Nababan, di RW 10 Bojong Rawalumbu, Minggu (12/7/2026).
Perwakilan guru PAUD mengungkapkan, rendahnya pagar pembatas membuat area bermain sekolah kerap dimasuki anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) di luar jam belajar. Akibatnya, sejumlah alat permainan edukatif (APE) mengalami kerusakan karena digunakan melebihi kapasitas.
“Kami bukan melarang anak-anak lingkungan bermain. Namun, fasilitas ini memang diperuntukkan bagi anak usia PAUD. Yang sering bermain justru anak kelas 5 dan 6 SD sehingga perosotan dan permainan lainnya cepat rusak karena bebannya tidak sesuai,” ujar perwakilan guru PAUD.
Ia menjelaskan, pihak sekolah telah beberapa kali memperbaiki sendiri fasilitas yang rusak menggunakan dana seadanya. Namun, kerusakan terus berulang sehingga peninggian pagar dinilai menjadi solusi yang paling efektif untuk menjaga keamanan area bermain.
Selain persoalan pagar, pihak PAUD juga menyampaikan kondisi kaca bangunan yang pecah dan dinilai membahayakan keselamatan peserta didik. Mengingat ruang dalam juga dimanfaatkan untuk kegiatan Posyandu dan Posbindu, proses belajar anak-anak lebih banyak dilakukan di area belakang bangunan yang berdekatan dengan kaca tersebut.
“Kalau menurut kami, yang paling mendesak saat ini justru pengamanan kaca. Anak-anak setiap hari belajar di belakang sini, sehingga kami khawatir kondisi itu bisa membahayakan keselamatan mereka,” tutur perwakilan guru PAUD.
Menanggapi aspirasi tersebut, Oloan Nababan menyatakan persoalan keselamatan anak-anak harus menjadi perhatian bersama. Ia langsung meminta timnya memberikan atensi khusus terhadap usulan peninggian pagar agar dapat diupayakan masuk dalam pembahasan Perubahan APBD Tahun 2026.
“Usulan peninggian pagar ini saya minta ditandai terlebih dahulu. Mudah-mudahan bisa kita perjuangkan melalui perubahan anggaran tahun ini karena menyangkut keamanan anak-anak,” kata Oloan.
Untuk persoalan kaca bangunan yang pecah, Oloan mengaku telah berkoordinasi dengan pengurus RW agar penanganannya dapat dilakukan secepat mungkin.
“Pengaman kaca juga menjadi perhatian kami. Saya sudah berkoordinasi dengan Pak RW, mudah-mudahan ada solusi agar perbaikannya bisa segera direalisasikan sehingga kegiatan belajar anak-anak tetap berlangsung dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, politisi PDI Perjuangan itu mengajak masyarakat terus menyampaikan aspirasi melalui RT dan RW agar seluruh kebutuhan lingkungan dapat didokumentasikan dan diperjuangkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
“Jangan ragu menyampaikan usulan. Semua aspirasi akan kami catat, kami kawal, dan kami perjuangkan sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah,” pungkas Oloan. ( Slam )













