ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Malam puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Perumahan Bumi Fajar Indah, RW 20, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, tidak sekadar menjadi momentum untuk merayakan kemerdekaan. Di tengah suasana penuh kebersamaan, warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan lingkungan secara langsung kepada Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi.
Tokoh masyarakat setempat, Yongki, secara khusus mengundang Sardi untuk hadir dan bersilaturahmi bersama warga. Kehadiran pimpinan legislatif Kota Bekasi itu sekaligus menjadi ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang selama ini mereka hadapi.

Salah satu keluhan utama yang disampaikan warga adalah persoalan banjir yang kerap melanda lingkungan RW 20 ketika musim penghujan tiba. Warga berharap persoalan tersebut dapat diperjuangkan dan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Tak hanya banjir, warga juga menyampaikan harapan terkait penataan Pasar Kranji. Mereka menginginkan pasar yang lebih tertata, aman dan nyaman sehingga aktivitas masyarakat saat berbelanja maupun kegiatan ekonomi para pedagang dapat berjalan dengan baik.
Mendengar langsung aspirasi tersebut, Sardi menegaskan bahwa persoalan yang disampaikan warga akan menjadi perhatian. Menurutnya, penanganan banjir harus dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Untuk RW 20 ini, saya ingin melihat terlebih dahulu apa saja kebutuhan dan persoalannya. Penanganannya harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar solusi yang diberikan benar-benar tepat,” ujar Sardi, senin (17/8/2026) malam.
Ia menegaskan, DPRD bersama Pemerintah Kota Bekasi terus berkomitmen menangani persoalan banjir di berbagai wilayah. Sejumlah langkah telah dilakukan, di antaranya pembangunan polder, perbaikan drainase serta normalisasi saluran air.
Menurut Sardi, upaya tersebut mulai memberikan dampak positif karena sejumlah titik yang sebelumnya kerap dilanda banjir kini mengalami penurunan genangan. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk RW 20 Jakasampurna.
“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan dengan satu pola untuk semua wilayah. Kita harus melihat kondisi saluran, kontur lingkungan, kapasitas drainase dan titik-titik rawan genangan. Dari situ baru kita tentukan langkah yang paling tepat,” jelasnya.
Pasar Kranji Harus Lebih Tertata
Selain banjir, perhatian Sardi juga tertuju pada kondisi Pasar Kranji yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.
Sardi mengatakan, keberadaan pasar yang layak, aman, nyaman dan tertata merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Karena itu, penataan Pasar Kranji harus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong aktivitas perekonomian warga.
“Pasar juga harus menjadi perhatian. Masyarakat membutuhkan pasar yang baik, nyaman dan tertata. Karena itu, penataan Pasar Kranji ke depan harus dilakukan dengan perencanaan yang lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, ke depan pengelolaan Pasar Kranji diharapkan dapat dilakukan secara lebih profesional melalui keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bekasi. Dengan pengelolaan yang lebih terarah, pasar diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat bagi daerah.
Bagi Sardi, aspirasi warga seperti yang disampaikan masyarakat RW 20 merupakan bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Kota Bekasi. Menurutnya, pemerintah dan DPRD harus hadir mendengarkan persoalan masyarakat secara langsung, bukan hanya melalui laporan administratif.
“Pembangunan Kota Bekasi harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, aspirasi warga harus kita dengarkan dan kita tindak lanjuti sesuai kewenangan serta kemampuan pemerintah daerah,” tegasnya.
Pertemuan tersebut pun menjadi momentum penting bagi warga RW 20 untuk menyampaikan langsung kebutuhan lingkungannya. Di tengah semarak perayaan kemerdekaan, dialog antara masyarakat dan wakil rakyat itu diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi penyelesaian persoalan banjir sekaligus mendorong penataan Pasar Kranji agar semakin baik di masa mendatang. ( Slam )













