ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Majelis Ta’lim Al-Musnid di bawah pimpinan KH Syaiful Islam Noor kembali menggelar agenda tahunan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Minggu malam 18/10/2026.
Kegiatan keagamaan ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan Sayidil Habib Abdurrahman Bilfaqih dari Malang, Jawa Timur, serta dihadiri ribuan jamaah, para habaib, alim ulama, serta guru dan keluarga besar alumni Pondok Pesantren Darul Hadits yang datang dari berbagai daerah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali meneladani perjalanan hidup, akhlak, serta perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh kasih sayang, persaudaraan, dan kedamaian.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan PLN Kaliabang Bungur, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, sangat terlihat begitu antusias di hadiri rombongan jamaah yang datang untuk mengikuti rangkaian acara Peringatan Hari Kelahiran Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Tidak hanya berasal dari wilayah Bekasi, sejumlah jamaah, habaib, alim ulama, para guru, serta alumni Pondok Pesantren Darul Hadits juga hadir dari Jakarta dan luar kota.
Kehadiran para tokoh agama dan jamaah dari berbagai daerah tersebut mencerminkan eratnya hubungan silaturahmi yang terus terpelihara di tengah masyarakat, sekaligus memperlihatkan peran majelis talim sebagai ruang pembinaan keagamaan dan penguatan ukhuwah Islamiyah.
Memperkuat Kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Pimpinan Majelis Ta’lim Al-Musnid, KH Syaiful Islam Noor menegaskan, melalui penyelenggaraan agenda tahunan ini, pentingnya kita menjaga tradisi peringatan Maulid Nabi sebagai sarana memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW, tegasnya.
Peringatan Maulid tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga diharapkan mampu mendorong umat Islam untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun kehidupan bermasyarakat, ucap Kiyai yang akrab di sapa Bang Haji Ipung.
Nilai-nilai tersebut meliputi kejujuran, amanah, kesabaran, kepedulian terhadap sesama, serta sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat, ujarnya.
Menghadirkan Ulama dari Malang, Jawa Timur
Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran Sayidil Habib Abdurrahman Bilfaqih dari Malang, Jawa Timur. Kehadiran beliau menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid yang mempertemukan para pencinta Rasulullah SAW, penuntut ilmu, dan masyarakat umum dalam suasana religius.
Momentum berkumpulnya para habaib, alim ulama, dan jemaah ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarlembaga keagamaan serta menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi para jemaah, peringatan Maulid menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus menghidupkan kembali semangat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, terutama dalam membangun kehidupan yang harmonis, santun, dan penuh kepedulian.
Mempererat Silaturahmi Alumni Pondok Pesantren Darul Hadits
Kegiatan ini turut dihadiri para alumni Pondok Pesantren Darul Hadits yang datang dari luar kota. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat ikatan persaudaraan di antara para alumni, sekaligus menyambung kembali hubungan dengan para guru, ulama, dan sesama penuntut ilmu.
Kehadiran alumni dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa ikatan keilmuan dan spiritual tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan di pesantren. Sebaliknya, hubungan tersebut dapat terus dipelihara melalui kegiatan keagamaan, majelis ilmu, dan agenda silaturahmi.
Di tengah dinamika kehidupan modern, keberadaan majelis taklim dan jaringan alumni pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga tradisi keagamaan, membangun karakter masyarakat, serta menanamkan nilai moral kepada generasi muda.
Menjaga Tradisi Keagamaan dan Kerukunan Masyarakat
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Majelis Ta’lim Al-Musnid menjadi gambaran bagaimana tradisi keagamaan tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.
Selain menjadi sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini juga membuka ruang perjumpaan antara ulama, santri, alumni pesantren, dan masyarakat dari berbagai latar belakang daerah.
Peringatan Maulid mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW idealnya tidak hanya diungkapkan melalui lantunan selawat dan kegiatan seremonial, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk menjaga persatuan, menghormati sesama, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.













