ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual (GENAP) menginisiasi Seminar dan Dialog Santri bertajuk “Cegah LGBTQ, Lindungi Masa Depanmu sebagai Generasi Tangguh dan Bermartabat”. Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Assuryaniyyah, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu (9/9/2026).
Seminar menghadirkan Ust. Fadhlin NR dari Bidang Dakwah dan Komunikasi Antar Masjid dan Sekolah (DKMS) serta dr. Reno Yovial selaku praktisi kesehatan. Sementara jalannya dialog dimoderatori oleh H. Dhany Wahab.

Seminar ini menjadi ruang edukasi dan dialog bagi para santri untuk membahas persoalan perilaku seksual berisiko, termasuk isu LGBTQ, dari perspektif agama dan kesehatan. Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya membangun ketahanan diri di tengah berbagai tantangan yang berkembang di era digital.
Sejumlah topik dibahas dalam kegiatan tersebut, mulai dari pandangan agama mengenai LGBTQ, potensi risiko kesehatan yang berkaitan dengan perilaku seksual berisiko, hingga pentingnya penguatan iman sebagai salah satu upaya membentengi generasi muda dari perilaku yang dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.
Ketua GENAP Ust. Verry Koestanto mengatakan kegiatan edukasi semacam ini akan terus dilakukan, khususnya kepada santri dan pelajar. Menurutnya, pemahaman mengenai isu LGBTQ perlu diberikan sejak dini agar generasi muda memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
“Kami terus menggerakkan, memberikan pemahaman kepada para santri dan anak-anak sekolah ya, sehingga kita bisa memberikan pemahaman yang lebih baik bahwa LGBTQ ini sangat berbahaya,” ujar Verry.
Verry menambahkan, edukasi tersebut ke depan tidak hanya menyasar santri dan pelajar. GENAP juga berencana melibatkan orang tua atau wali santri maupun wali murid agar memiliki pemahaman yang sejalan dalam mendampingi anak-anak.
“Dan ke depannya bukan hanya ini saja, kita juga akan mengundang wali santri maupun wali murid untuk ikut memahami ini juga, agar tidak terbiaskan bahwa anak-anaknya tahu tentang LGBTQ tetapi orang tuanya belum tahu,” ujar Verry.
Dalam penyampaian materi, aspek perilaku digital juga menjadi perhatian. Para peserta mendapatkan pembahasan mengenai sejumlah tantangan yang dinilai dapat memengaruhi kehidupan dan perkembangan generasi muda, seperti penggunaan media sosial, judi online, serta game online.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Ust. Wahyudin dari Persada 212 dan Ust. Ismail Ibrahim selaku Ketua Sahabat MUI Kota Bekasi.
Melalui seminar dan dialog tersebut, GENAP mendorong pentingnya edukasi kepada santri dan generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial dan digital secara kritis, sekaligus memperkuat nilai agama, tanggung jawab, dan ketahanan diri. ( Hery Sulistyo )













