ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Edukasi mengenai perlindungan dan migrasi aman terus didorong untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peluang sekaligus risiko bekerja di luar negeri. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan Edukasi Perlindungan Pekerja Migran Aman dalam rangka mendukung program SMK Go-Global yang digelar di Sepanjang Jaya, Kota Bekasi, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra, Ir. H. Nuroji, M.Si., perwakilan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Barat, perwakilan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi, serta Lurah Teluk Pucung sebagai narasumber.
Dalam diskusi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai peluang kerja di luar negeri, termasuk kendala dan tantangan yang dihadapi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kesempatan bekerja di luar negeri dinilai dapat menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan taraf hidup, selama dipersiapkan dengan baik dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Namun, tawaran gaji besar dan kemudahan proses keberangkatan juga perlu disikapi secara cermat. Pasalnya, tidak semua tawaran pekerjaan memiliki legalitas yang jelas. Bahkan, penipuan berkedok lowongan kerja di luar negeri dapat menimbulkan kerugian materi hingga mengancam keselamatan calon pekerja.
Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja tanpa memastikan jalur penempatan yang ditempuh sesuai ketentuan. Menurutnya, prosedur resmi menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan kepada pekerja migran apabila menghadapi persoalan selama bekerja di negara tujuan.
“Pesan nanti dari saya bahwa bekerja ini, pilih cara yang legal ya. Cara legal dengan melalui Dinas ketenagakerjaan berangkat ke negeri itu ada prosedurnya, untuk apa? Untuk perlindungan yang maksimal kalau terjadi apa-apa”, ujar Nuroji.
Ia juga menilai edukasi sejak dini penting bagi generasi muda, terutama lulusan SMK yang mulai mempertimbangkan peluang kerja di luar negeri. Dengan informasi yang memadai, calon pekerja diharapkan mampu mengenali risiko, memeriksa keabsahan tawaran pekerjaan, dan memahami prosedur sebelum memutuskan berangkat.
“Diskusi SMK Go Global memberikan edukasi dan gambaran untuk anak-anak baru lulus SMK yang punya minat kerja ke luar negeri”, imbuh Nuroji.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin cermat dalam menentukan pilihan kerja di luar negeri. Selain mempertimbangkan peluang peningkatan kesejahteraan, calon PMI perlu mengutamakan legalitas proses keberangkatan agar hak, keamanan, dan perlindungan mereka lebih terjamin. ( Hery Sulistyo )













