ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Forum Penguatan Ideologi Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (FPIPPWK) menggelar forum dialog implementasi nilai-nilai kebangsaan Indonesia di Kemang Pratama, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu, 19 September 2026. Forum ini mempertemukan jajaran pemerintah daerah dengan para ketua RW untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat lingkungan.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga menyentuh posisi RW sebagai ujung tombak dalam menangani persoalan yang muncul di wilayah. Peran tersebut dinilai penting karena RW bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat sehari-hari.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua FPIPPWK Haeri Parani, SH, MH., Wali Kota Bekasi Dr. H. Tri Adhianto, sejumlah ketua RW di wilayah Kecamatan Rawalumbu, serta Prabawa Eka Soesanta selaku pembicara. Kehadiran para pengurus RW turut membuka ruang bagi penyampaian berbagai persoalan sekaligus gagasan mengenai penguatan pembangunan di tingkat lingkungan.
Dalam dialog tersebut, kondisi RW menjadi salah satu perhatian utama. Para peserta membahas masih adanya berbagai pekerjaan rumah di wilayah yang membutuhkan penanganan secara lebih dekat. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan dan RW menjadi bagian penting dalam melihat persoalan sekaligus menentukan kebutuhan pembangunan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam forum tersebut menyampaikan rencana untuk lebih aktif turun ke wilayah. Pemerintah Kota Bekasi ke depan akan melakukan kunjungan secara langsung ke setiap kelurahan untuk melihat kondisi dan kebutuhan pembangunan, termasuk berbagai persoalan yang berada di lingkungan RW.
Bagi Ketua FPIPPWK Haeri Parani, keterlibatan pemerintah secara langsung menjadi hal yang penting bagi para pengurus RW. Ia mengatakan pengalaman selama 15 tahun berkecimpung di lingkungan RW membuat dirinya memahami berbagai kebutuhan dan aspirasi yang selama ini berkembang di tingkat masyarakat.
“15 tahun berkecimpung di RW. Saya paham betul keinginan dari para RW. Dalam diskusi ini, saya tadi sudah sampaikan, dan diskusikan kepada Pak Ketua Forum Penguatan RW Pancasila bahwa ada sebuah rekomendasi yang ditelurkan dari diskusi ini yang disampaikan Pak Wali untuk dijadikan sebagai bahan untuk memberikan sesuatu kepada forum RW” ujar Haeri.
Menurut Haeri, pembahasan dalam forum tersebut tidak berhenti pada diskusi. Hasil pembicaraan akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang dapat disampaikan kepada Wali Kota Bekasi sebagai bahan pertimbangan untuk memperkuat dukungan terhadap forum RW.
Salah satu hal yang turut disoroti ialah program anggaran Rp100 juta untuk RW. Haeri mengapresiasi adanya program tersebut, namun mengatakan penguatan RW menurutnya masih dapat dikembangkan melalui berbagai terobosan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Dengan adanya program 100 juta alhamdulillah, tapi menurut saya bukan hanya itu. Tapi bagaimana ada terobosan lagi nanti akan dipikirkan oleh Pak Prabawa. Nanti beliau akan, saya bersama dengan teman-teman akan membuahkan rekomendasi sebagai bahan pada Pak Wali untuk dijadikan tambahan” imbuh Haeri.
Rekomendasi yang disusun nantinya diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menentukan bentuk dukungan tambahan bagi RW. Dengan begitu, berbagai persoalan di tingkat lingkungan dapat dipetakan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Forum dialog tersebut sekaligus memperkuat ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan para pengurus RW. Selain menjadi penghubung aspirasi masyarakat, RW diharapkan dapat terus mengambil peran dalam mengidentifikasi persoalan serta mendorong penyelesaian berbagai kebutuhan pembangunan di lingkungan masing-masing. ( Hery Sulistyo )













