ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Meski mendapat reaksi yang bikin benak banyak orang bertanya-tanya, rencana Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk menjalankan aktivitas perkantoran dari lingkungan RW mulai Januari 2027 mendapat respons positif dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi Senin,( 21/9/2026 ).
Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar mengatakan, kebijakan tersebut dapat membuka ruang bagi pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di tingkat lingkungan. Menurut dia, keberadaan kepala daerah di tengah warga bukan sekadar agenda seremonial, melainkan dapat menjadi sarana untuk memetakan persoalan sekaligus potensi yang dimiliki setiap wilayah.
Qadar menilai, interaksi langsung dengan masyarakat juga penting untuk mengetahui perkembangan pembangunan serta berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung di lingkungan RW.
“Kami mendukung penuh Wali Kota berkantor di RW. Pemerintah harus melihat langsung potensi dan persoalan di lingkungan, sebab di sanalah banyak UMKM dan usaha kecil berjuang untuk tumbuh,” ujarnya.
Ia mengatakan, perhatian pemerintah terhadap pembangunan wilayah sebaiknya tidak berhenti pada pembangunan fisik. Menurutnya, setiap program juga perlu diarahkan agar mampu memberikan ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Hal itu berkaitan dengan program Lingkar Keren yang telah memasuki tahun kedua dengan dukungan anggaran sebesar Rp100 juta untuk setiap RW.
Bagi Qadar, anggaran tersebut dapat menjadi instrumen untuk mengembangkan potensi ekonomi di lingkungan apabila pemanfaatannya turut melibatkan masyarakat dan pelaku usaha setempat.
“Rp100 juta per RW melalui Lingkar Keren harus bisa menjadi pemantik ekonomi lokal, KADIN mendorong agar pemberdayaan UMKM, pemanfaatan produk lokal, dan keterlibatan pelaku usaha menjadi bagian dari ekosistem pembangunan. Uang pembangunan harus memberi manfaat sebesar mungkin bagi warga dan menggerakkan usaha di wilayahnya,” katanya.
Ia menambahkan, KADIN Kota Bekasi terbuka untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut dinilai dapat memperluas peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat lingkungan.
“Jangan sampai lingkungan sudah dibangun, tetapi ekonomi warganya tetap jalan di tempat. KADIN siap bersinergi agar pemerataan pembangunan juga berarti pemerataan kesempatan usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Tri Adhianto sebelumnya menyampaikan rencana untuk berkantor di lingkungan RW mulai Januari 2027. Melalui kegiatan tersebut, Wali Kota ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi wilayah serta berkomunikasi dengan masyarakat dan pengurus kewilayahan.
Agenda tersebut juga diarahkan untuk menjadi bagian dari pemantauan program Lingkar Keren. Pemerintah akan melihat sejauh mana dana Rp100 juta per RW digunakan, hasil yang telah dicapai, serta berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan.
Dengan turun langsung ke lingkungan RW, pemerintah diharapkan dapat memperoleh masukan yang lebih konkret dalam menentukan kebutuhan pembangunan. Aspirasi masyarakat dapat menjadi bahan dalam menetapkan prioritas, sementara pelaksanaan program di lapangan menjadi bagian dari evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya. ( Hery Sulistyo )













