ELEGANNEWS BEKASI
Kasus dugaan penganiayaan kepada korban seorang perempuan Kader Partai Gerindra atas nama Nur Amalia Nasution berlanjut hari ini, Jumat (14/6/2024). Korban bersama kuasa hukumnya mendatangi Mapolres Metro Bekasi Kota untuk memberikan keterangan atas laporannya.
Kuasa hukum korban, Steven Pangaribuan bersama Frangky Tua Silitonga, dan Jerri Silitonga mengatakan bahwa kliennya telah dimintai keterangan oleh penyidik dengan 20 pertanyaan. Pihaknya berharap agar proses hukum segera berjalan hingga menahan atau menangkap oknum anggota dewan terpilih dari Partai Gerindra yang pada saat kejadian adalah seorang calon anggota legislatif (Caleg).
“Saya harap proses penyidikan berjalan dengan transparan dan tegak lurus kepada penegakan hukum. Apalagi klien kami adalah seorang perempuan. Saya minta partai Gerindra menanggapi surat yang telah disampaikan oleh klien kami ini,” kata Steven di Polres Metro Bekasi Kota.
Menurutnya, oknum anggota dewan terpilih yang melakukan penganiayaan bisa menjadi preseden buruk sebagai wakil rakyat. Pasalnya belum menjadi anggota dewan saja sudah melakukan penganiayaan saat terjadi kegaduhan dalam rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Legislatif (Pileg) pada Bulan Februari lalu.
“Ini sangat berbahaya, belum dilantik saja oknum anggota dewan sudah melakukan penganiayaan kepada masyarakat,” ujar Steven.
Di tempat yang sama, korban Nur Amalia mengaku trauma atas kejadian penganiayaan yang dialaminya. Sebagai koordinator yang diberikan mandat oleh DPC Partai Gerindra, Perempuan yang akrab disapa Lia ini mengaku hanya menjalankan tugas yang telah diberikan kepadanya.
Sampai saat ini, kata dia, belum ada komunikasi antara pihaknya dengan terlapor, maupun dengan DPC Partai Gerindra Kota Bekasi Bekasi. Bahkan, surat yang telah dilayangkan ke DPP Partai Gerindra pun tidak mendapatkan jawaban.
“Saya kecewa dua bulan saya mengumpulkan 350 saksi untuk setiap TPS di Rawalumbu. Ketika saya dianiaya oleh Pak Eko yang sama-sama Kader Gerindra, saya kecewa baik dari pimpinan pusat, DPC dan DPP. Harapan saya ada sikap tegas untuk Pak Eko,” kata Lia.













