KPA Kota Bekasi Siapkan Warga Jadi Penggerak Edukasi HIV/AIDS, Target 2030 Jadi Sorotan

ELEGANNEWS KOTA BEKASI 

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bekasi terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Salah satunya melalui pelatihan pembentukan Warga Peduli AIDS yang digelar di Gedung Teknik Rawalumbu, Bekasi, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 68 peserta, terdiri atas 56 perwakilan warga dan 12 perwakilan kecamatan. Pelatihan ini bertujuan memperluas jangkauan edukasi HIV/AIDS sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV di lingkungan masyarakat.

Pengelola Program KPA Kota Bekasi, Novia, menjelaskan bahwa pelatihan pembentukan Warga Peduli AIDS merupakan salah satu program kerja KPA pada 2026. Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS, termasuk mendorong kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dan mengetahui status HIV.

“Di tahun 2030, diharapkan 95 persen orang yang hidup dengan HIV sudah mengetahui status HIV-nya,” ujar Novia.

Untuk mendukung tujuan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengenai situasi HIV/AIDS, cara penularan, upaya pencegahan, serta penanganan HIV. Selain itu, Yayasan Katartis turut dilibatkan dan dijadwalkan menyampaikan materi mengenai HIV dan narkoba.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan dapat membantu meluruskan informasi keliru yang masih beredar di masyarakat, terutama pemahaman yang memicu ketakutan dan perlakuan diskriminatif terhadap orang dengan HIV.

Pentingnya edukasi tersebut juga tergambar dari data Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat 718 kasus baru HIV positif dari total 72.856 orang yang menjalani pemeriksaan.

Sementara itu, sekitar 3.760 orang tercatat mengakses layanan terapi antiretroviral (ARV) di Kota Bekasi. Namun, jumlah tersebut juga mencakup pasien dari luar wilayah Kota Bekasi sehingga tidak seluruhnya merupakan penduduk setempat.

KPA Kota Bekasi menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berada pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan organisasi masyarakat dan warga yang memiliki kepedulian terhadap isu HIV/AIDS.

Selain meningkatkan pengetahuan, program Warga Peduli AIDS diharapkan menumbuhkan sikap yang lebih terbuka terhadap orang dengan HIV. Mereka tidak seharusnya dikucilkan atau mengalami diskriminasi dalam kehidupan sosial maupun aktivitas ekonomi akibat stigma dan informasi yang tidak tepat.

Dengan keterlibatan masyarakat hingga tingkat lingkungan, penyebaran informasi yang akurat mengenai HIV/AIDS diharapkan semakin luas. Upaya ini sekaligus menjadi langkah untuk membangun lingkungan yang inklusif, meningkatkan kepedulian bersama, dan memperkuat penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bekasi.