Berita  

Milad ke-49 Diniyyah Al-Azhar Ditutup dalam Hangatnya Kebersamaan, Ribuan Santri Semarakkan Jalan Santai hingga Hujan Doorprize

ELEGANNEWS JAMBI

Perayaan Milad ke-49 Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo ditutup dengan suasana penuh kegembiraan, Kamis (6/8/2026). Ribuan santri, guru, karyawan, alumni, dan keluarga besar Diniyyah Al-Azhar larut dalam semangat kebersamaan melalui rangkaian jalan santai, senam bersama, hingga pembagian ratusan doorprize yang menjadi penutup seluruh agenda peringatan hari jadi lembaga pendidikan Islam tersebut.

Bagi Diniyyah Al-Azhar, penutupan Milad bukan sekadar akhir dari serangkaian kegiatan seremonial. Momen ini menjadi ruang untuk merayakan kebersamaan yang telah terbangun selama hampir lima dekade perjalanan lembaga, sekaligus mempererat ikatan antarsantri, guru, orang tua, dan seluruh civitas akademika.

Kegiatan dihadiri Pendiri dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Indonesia Umi Dra. Hj. Rosmaini, M.S., M.Pd.I., Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Indonesia Ust. H.M. Hafizh El Yusufi, M.M., jajaran pimpinan yayasan, para guru, tamu undangan, serta ribuan santri yang datang dari berbagai cabang Diniyyah Al-Azhar.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya seluruh kegiatan Milad ke-49. Seusai doa, Rosmaini secara resmi melepas peserta jalan santai yang menjadi agenda pembuka penutupan perayaan.

Sejak garis start, suasana tampak semarak. Di barisan terdepan, Marching Band Bahana DIAZ Santri tampil memimpin iring-iringan dengan hentakan musik yang enerjik. Alunan musik yang mengiringi langkah para peserta menghadirkan atmosfer meriah di sepanjang rute perjalanan.

Di belakangnya, ribuan santri dan santriwati berjalan beriringan. Mereka berasal dari berbagai unit dan cabang Diniyyah Al-Azhar, mulai dari Muara Bungo, Kota Jambi, Tebo, Batanghari, hingga Pekanbaru. Perbedaan asal sekolah seolah melebur dalam satu barisan panjang yang menggambarkan eratnya persaudaraan di lingkungan Diniyyah Al-Azhar.

Momentum itu sekaligus menjadi cerminan tema besar Milad ke-49, yakni menjaga tradisi kebersamaan sembari terus bergerak maju membangun kualitas pendidikan.

Setelah menyelesaikan rute jalan santai, seluruh peserta berkumpul di lapangan utama untuk mengikuti senam bersama. Dengan iringan musik yang membangkitkan semangat, para peserta bergerak serempak mengikuti instruktur. Gelak tawa, canda, dan sapaan antarpeserta mewarnai suasana, menghadirkan keakraban yang melampaui batas usia maupun jenjang pendidikan.

Kemeriahan semakin terasa ketika panitia mulai membagikan doorprize. Beragam hadiah disiapkan untuk para peserta yang beruntung. Setiap nomor undian yang diumumkan disambut sorak sorai ribuan peserta yang memenuhi lapangan. Tepuk tangan dan riuh kegembiraan mengiringi para pemenang yang maju menerima hadiah.

Suasana hangat tersebut menjadi penutup yang berkesan setelah selama beberapa hari sebelumnya Diniyyah Al-Azhar menggelar berbagai agenda Milad, mulai dari kegiatan keagamaan, perlombaan, seminar pendidikan, kompetisi marching arts berskala nasional, hingga tabligh akbar yang dihadiri ribuan jamaah.

Melalui rangkaian kegiatan itu, Diniyyah Al-Azhar tidak hanya merayakan pertambahan usia lembaga, tetapi juga meneguhkan kembali komitmennya sebagai institusi pendidikan Islam yang terus bertumbuh dan berinovasi.

Milad ke-49 juga menjadi penanda bahwa Diniyyah Al-Azhar kini memasuki tahun terakhir sebelum menyongsong usia emas setengah abad. Selama hampir 49 tahun, lembaga yang didirikan pada 5 Agustus 1977 itu berkembang dari sebuah sekolah sederhana menjadi jaringan pendidikan Islam terpadu yang menaungi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, dengan cabang yang tersebar di sejumlah daerah.

Karena itu, penutupan Milad bukan dipandang sebagai akhir dari sebuah perayaan, melainkan awal dari langkah baru menuju Milad ke-50. Harapan besar pun mengiringi perjalanan tersebut agar Diniyyah Al-Azhar terus melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Ketika langkah-langkah terakhir peserta meninggalkan lapangan dan kemeriahan perlahan mereda, yang tersisa bukan sekadar kenangan tentang jalan santai, senam, atau hadiah doorprize. Lebih dari itu, tersimpan semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan Diniyyah Al-Azhar selama hampir setengah abad—sebuah modal berharga untuk menapaki perjalanan menuju Milad Emas pada tahun mendatang.