Berita  

Pasar Murah PKB Kota Bekasi, H. Sudjatmiko Hadirkan Bantuan Bedah Rumah, Beasiswa Pelajar, dan Food Bank

ELEGANNEWS KOTA BEKASI 

Kepedulian terhadap masyarakat tidak mampu diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Sudjatmiko, menunjukkan komitmen tersebut melalui kegiatan Pasar Murah PKB Kota Bekasi yang dirangkaikan dengan penyerahan simbolis bantuan program bedah rumah dan beasiswa pendidikan di halaman Kantor DPC PKB Kota Bekasi, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPW PKB Jawa Barat H. Syaiful Huda, Ketua DPC PKB Kota Bekasi Rizki Topananda, serta para anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB. Warga dari wilayah Bekasi Selatan dan Bekasi Timur turut hadir untuk mendapatkan paket sembako dengan harga terjangkau.

Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dan akses pendidikan yang terjangkau, kegiatan ini menjadi salah satu upaya PKB untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga. Tidak hanya menyediakan sembako murah, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan program bantuan sosial dan pendidikan yang telah berjalan.

Dalam kesempatan itu, H. Sudjatmiko menyerahkan secara simbolis bantuan program bedah rumah PKB kepada warga penerima manfaat. Program tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian layak, sekaligus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan melalui perbaikan kondisi tempat tinggal.

Sudjatmiko mengatakan, sebagai anggota Komisi V DPR RI, dirinya berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah bagi masyarakat kurang mampu, khususnya di Kota Bekasi.

“Selaku dari Komisi V DPR-RI, Kami pastikan peningkatan infrastruktur dan perbaikan rumah untuk warga yang kurang mampu dan membutuhkan khususnya di Kota Bekasi, agar pembangunan lebih terasa ke keluarga yang memang layak diberikan dalam program ini,” ujar Sudjatmiko.

Program bedah rumah yang diperjuangkannya diketahui telah dirasakan oleh ratusan warga Kota Bekasi. Salah satu pelaksanaan terbaru adalah penyelesaian pembangunan rumah milik warga di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara.

Keberlanjutan program tersebut menjadi penting karena rumah layak huni merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang berpengaruh terhadap kualitas hidup keluarga. Melalui bantuan perbaikan rumah, masyarakat penerima manfaat diharapkan dapat menempati hunian yang lebih layak dan nyaman.

Selain bedah rumah, Sudjatmiko juga memberikan bantuan pendidikan kepada sejumlah pelajar dan mahasiswa. Bantuan tersebut mencakup dukungan biaya semester bagi penerima manfaat di tingkat sekolah dan perguruan tinggi, serta uang saku sebesar Rp900.000 per bulan.

Dukungan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan keluarga sekaligus memberi kesempatan kepada para pelajar dan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tanpa terlalu terbebani persoalan ekonomi.

Pada kesempatan yang sama, PKB Kota Bekasi turut memperkenalkan program baru berupa food bank atau bank pangan. Program ini direncanakan berlangsung setiap Jumat dengan melibatkan warung-warung di lingkungan masyarakat sebagai bagian dari upaya pengumpulan dan penyaluran stok makanan kepada warga yang membutuhkan.

“Program Food Bank nantinya dilaksanakan setiap Jumat dengan memberdayakan stok makanan dari warung-warung di lingkungan masyarakat untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung usaha kecil di lingkungan setempat,” imbuh Sudjatmiko.

Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat ganda, yakni membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus membuka ruang keterlibatan pelaku usaha kecil di lingkungan sekitar.

Rangkaian kegiatan Pasar Murah PKB Kota Bekasi ini memperlihatkan pendekatan pelayanan masyarakat melalui beberapa sektor sekaligus, mulai dari kebutuhan pokok, hunian layak, pendidikan, hingga ketahanan pangan. Konsistensi pelaksanaan dan ketepatan sasaran penerima manfaat akan menjadi faktor penting agar program-program tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat yang membutuhkan. ( Hery Sulistyo )