Polemik Muscab Hanura Kota Bekasi Memanas, Samuel Hutabarat Persoalkan Rekomendasi DPD Jabar ke Iwan Supriyana

ELEGANNEWS KOTA BEKASI 

Dinamika internal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Bekasi memanas menjelang Musyawarah Cabang (Muscab). Sejumlah kader dan alumni Hanura mempertanyakan proses penjaringan hingga munculnya rekomendasi dari DPD Hanura Jawa Barat yang disebut mengarah kepada Iwan Supriyana sebagai calon Ketua DPC Hanura Kota Bekasi Senin,( 10/8/2026 )

Salah satu kader Hanura yang pernah menjabat Ketua Penggurus Anak Cabang (PAC) Bekasi Utara, Samuel Hutabarat, secara terbuka menyatakan keberatan jika Iwan Supriyana ditetapkan sebagai Ketua DPC Hanura Kota Bekasi.

Samuel mengungkapkan, sebelumnya telah terdapat kesepakatan di antara sejumlah tokoh dan pengurus Hanura untuk mendorong Wembri sebagai calon Ketua DPC Hanura Kota Bekasi.

Kesepakatan tersebut, kata Samuel, dibangun dalam sebuah pertemuan yang dihadiri dirinya, Iwan Supriyana, Wembri, H. Sartono dan Ruli di bengkel miliknya yang berada di samping Pasar Teluk Buyung, Margamulya, Bekasi Utara.

Menurut Samuel, kesepakatan itu kemudian menjadi dasar komunikasi dan langkah politik sejumlah kader dalam menghadapi proses Muscab Hanura Kota Bekasi.

Namun, ia mengaku kecewa karena dalam perjalanan menuju Muscab, komunikasi mengenai proses tersebut dinilai tidak berjalan sebagaimana kesepakatan awal.

Pertanyakan Mekanisme Penentuan Ketua DPC

Samuel mengatakan, setelah pelaksanaan Musda Hanura Jawa Barat, dirinya kembali bertemu dengan Ruli dan H. Sartono untuk membahas hasil serta mekanisme pemilihan Ketua DPC Hanura Kota Bekasi.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Samuel, disampaikan bahwa bakal calon Ketua DPC dapat diajukan sebanyak-banyaknya. Selanjutnya, keputusan akhir berada di tangan DPP Hanura.

Sebelum keputusan final ditetapkan, para bakal calon disebut akan dipanggil ke DPD Hanura Jawa Barat untuk menjalani proses klarifikasi.

“Kalau hasil Musda itu untuk pemilihan Ketua DPC Hanura, harus mencalonkan kalau bisa sebanyak-banyaknya. Nanti yang menentukan itu DPP,” ujar Samuel dalam keterangannya.

Samuel kemudian mengungkapkan adanya komunikasi antara Wembri dengan Ketua DPD Hanura Jawa Barat, Dian Rahadian, terkait kondisi dan status organisasi Hanura di Kota Bekasi.

Dalam proses tersebut, Wembri disebut telah mengirimkan curriculum vitae (CV) sebagai bagian dari pencalonan dirinya untuk maju sebagai bakal calon Ketua DPC Hanura Kota Bekasi pada Muscab yang direncanakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.

Namun, Samuel mengaku terkejut ketika kemudian muncul informasi bahwa rekomendasi justru mengarah kepada Iwan Supriyana.

“Kalau ke Iwan jatuhnya, kita nggak terima. Kita siap mundur semua sebagai kader Partai Hanura Kota Bekasi,” tegas Samuel.

“Kalau Main Tunjuk, Untuk Apa CV Dikirim?”

Bagi Samuel, munculnya rekomendasi tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan. Ia mempertanyakan apakah proses penjaringan dan pencalonan yang sebelumnya dilakukan benar-benar menjadi bagian dari mekanisme penentuan Ketua DPC.

“Kalau memang harus main tunjuk dari Jawa Barat, ngapain Wembri ngirim CV? Ngapain juga Iwan disuruh ngirim CV?” katanya.

Samuel meminta DPD Hanura Jawa Barat tidak hanya melihat nama calon, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak, kapasitas, serta kemampuan masing-masing kandidat dalam mengelola organisasi.

Menurutnya, keputusan mengenai Ketua DPC Hanura Kota Bekasi harus mempertimbangkan aspirasi kader di tingkat bawah agar tidak menimbulkan persoalan baru di internal partai.

“Intinya, kita nggak terima kalau Iwan yang pegang Hanura Kota Bekasi. Bisa hancur ketiga kalinya Hanura kalau di tangan dia,” ujarnya.

Samuel bahkan kembali menegaskan kekhawatirannya apabila Iwan tetap mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Hanura Kota Bekasi.

“Kalau memang percaya ke Iwan, ya siap-siap Hanura ketiga kalinya hancur,” timpalnya.

Klaim Didukung Pengurus dari 12 Kecamatan

Tak hanya persoalan kandidat, Samuel juga mengungkapkan adanya kesepakatan yang disebut melibatkan alumni dan sejumlah pengurus Hanura dari 12 kecamatan di Kota Bekasi.

Menurutnya, aspirasi dari tingkat bawah tersebut harus menjadi perhatian DPD Hanura Jawa Barat sebelum mengambil keputusan terkait kepemimpinan DPC Hanura Kota Bekasi.

“Itu kesepakatan dari alumni Hanura, pengurus-pengurus Hanura yang berada di 12 kecamatan di Kota Bekasi, yang meminta Hanura Jawa Barat harus mendengar aspirasi dari bawah,” ungkap Samuel.

Ia mengatakan, berdasarkan kesepakatan tersebut, para pengurus telah membangun rencana mengenai struktur organisasi sekaligus mendorong Wembri untuk memimpin DPC Hanura Kota Bekasi.

“Berdasarkan kesepakatan itulah suara Hanura bulat. Kita bersama akan mengelola dan mendorong Wembri agar memegang Ketua DPC Kota Bekasi,” katanya.

Namun, Samuel menilai dinamika kemudian berkembang berbeda dari kesepakatan awal. Ia menyebut munculnya manuver dari pihak tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan aspirasi para pengurus di tingkat bawah.

“Tapi di tengah perjalanan, Iwan malah bermanuver sendiri seakan-akan ia yang menguasai,” tudingnya.

Minta DPD Jabar dan DPP Buka Mekanisme

Polemik ini kini menjadi perhatian internal Hanura Kota Bekasi. Samuel dan sejumlah pihak yang menyampaikan keberatan berharap DPD Hanura Jawa Barat maupun DPP Hanura memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme penjaringan dan penetapan Ketua DPC Hanura Kota Bekasi.

Menurut mereka, proses pergantian kepemimpinan di tingkat DPC seharusnya tetap mengedepankan aturan organisasi sekaligus memperhatikan aspirasi kader di tingkat bawah.

Mereka juga berharap proses Muscab Hanura Kota Bekasi harusnya berlangsung secara transparan, demokratis, dan tidak menimbulkan perpecahan baru di internal partai. ( Slam )