Wisuda STKIP–STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi: Cetak Generasi Unggul Berkarakter  

ELEGANNEWS JAMBI

Wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan gerbang menuju pengabdian nyata yang membutuhkan keberanian, kemampuan beradaptasi, dan semangat belajar yang tak pernah padam. Pesan mendalam itu mengemuka dalam prosesi Wisuda Sarjana Angkatan XIV STKIP Al-Azhar Diniyyah Jambi dan Angkatan X STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi Tahun Akademik 2025/2026, yang berlangsung khidmat, Sabtu (15/8/2026).

Para wisudawan hadir penuh kebahagiaan bersama keluarga, disaksikan tokoh pemerintah, dunia pendidikan, dan tokoh masyarakat. Turut hadir Penasihat Ahli Menteri Agama RI sekaligus pemateri orasi ilmiah Prof. Dr. Fasli Jalal, Sp.GK., Ph.D.; perwakilan LLDIKTI Wilayah X Rahmi, S.E., M.Si.; Asisten I Bidang Pemerintahan sekaligus perwakilan Gubernur Jambi Arief Munandar, S.E.; perwakilan Kopertais Wilayah XIII Dr. H. Jamrizal, M.Pd.; perwakilan BAZNAS Provinsi Jambi Drs. Ahmad Sobri, M.Ag.; serta perwakilan Kapolda Jambi Kombes Pol. Ricko A. A. Taruna, S.H., S.I.K., M.H., M.M.

Dalam sambutannya, Ketua STKIP Al-Azhar Diniyyah Jambi Dr. H. Abdul Muhaimin El-Yusufi, B.Sy.E., M.E., mengingatkan gelar akademik bukanlah tujuan akhir. Ilmu yang diraih harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata, membawa nilai-nilai keislaman, serta menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Dunia luar menuntut tak hanya kecakapan akademik, melainkan integritas, tanggung jawab, kerja sama, dan ketangguhan menghadapi perubahan.

Sementara itu, Arief Munandar selaku perwakilan Gubernur Jambi memberikan apresiasi tinggi atas peran lembaga ini. Perguruan tinggi, ujarnya, adalah investasi jangka panjang yang sangat strategis dalam melahirkan sumber daya manusia yang tak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter mulia.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Fasli Jalal menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para orang tua yang telah berkorban waktu, pikiran, biaya, dan doa demi keberhasilan putra-putrinya. Ia menegaskan kelulusan adalah permulaan kehidupan yang sesungguhnya. Jika selama kuliah mahasiswa berada dalam lingkungan yang terarah, di dunia nyata setiap keputusan membawa konsekuensi dan tanggung jawab masing-masing.

“Jadilah pembelajar sepanjang hayat, berani keluar dari zona nyaman, dan susunlah arah masa depan Anda dengan matang,” pesannya.

Prof. Fasli juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mengubah pola kerja saat ini. Ilmu yang dipelajari hari ini tak selamanya relevan, sehingga kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkreasi, dan memperbarui wawasan menjadi kunci utama. Meski teknologi semakin canggih, nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, kepedulian, integritas, dan akhlak tetap tak tergantikan.

Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia. Jumlah penduduk usia produktif menjadi kekuatan besar jika didukung pendidikan berkualitas, kesehatan prima, etos kerja kuat, serta landasan iman dan takwa yang kokoh. Jika tidak disiapkan dengan baik, peluang itu justru bisa menjadi tantangan sosial di masa depan.

Khusus bagi lulusan STKIP dan STIT, Prof. Fasli menyoroti peran strategis tiga bidang unggulan mereka: lulusan PAUD memegang kunci fondasi perkembangan masa depan anak bangsa; lulusan Bahasa Inggris membuka jendela komunikasi dan kerja sama dunia; sedangkan lulusan Pendidikan Islam menjadi penunjuk arah nilai dan moral kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan surat keputusan kelulusan, pengukuhan wisudawan, serta penyerahan ijazah secara simbolis. Melalui momen ini, STKIP dan STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi kembali menegaskan komitmennya melahirkan lulusan yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh karakter dan nilai keagamaannya. Pada akhirnya, wisuda bukanlah garis akhir pendidikan, melainkan awal perjalanan panjang mengabdi dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa.