ELEGANNEWS JAMBI
Keluarga besar Diniyyah Al Azhar (DIAZ) Jambi kembali mengukir prestasi membanggakan. Tahun ini, sebanyak 11 lulusannya resmi diterima melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Al Azhar Mesir melalui jalur cabang resmi Al Azhar Asy-Syarif Minggu,( 14/06/2026 )
Kesebelas siswa tersebut adalah Chusnul Mubarok, M. Daud Rahman, M. Ilham Bumulo, Parel Reski Zali, Salsabila Insani J., Qory Mashitoh, Aulia Athifa Althafunnisa, Fasya Hat Rehan, Muhammad Zulfiqar, Muhammad Rafif, dan Zikri Juwandra.
Menurut Direktur Pendidikan DIAZ Jambi, Ustadz H. M. Hafizh El Yusufi, M.Pd, didampingi Ketua YPPD Dra. Hj. Umi Rosmaini MS, M.Pd.I., keberhasilan ini menambah jumlah total lulusan yang melanjutkan studi ke Al Azhar Mesir hingga tahun 2026 menjadi 30 orang.
“Ini adalah salah satu manfaat besar yang kami rasakan sejak Diniyyah Al Azhar mendapatkan pengakuan resmi sebagai cabang Al Azhar Mesir pada tahun 2019,” ujar Ustadz Hafizh.
Sebagai lembaga tersertifikasi, DIAZ menerapkan standar pendidikan yang sama persis dengan Al Azhar Mesir, mulai dari jenjang SDIT hingga SMAIT/MA. Kurikulum, buku ajar, sistem ujian, hingga materi pembelajaran agama Islam, Bahasa Arab, dan Al-Qur’an semuanya disesuaikan dengan ketentuan pusat. Sebagai hasilnya, setiap lulusan mendapatkan ijazah resmi yang dikeluarkan langsung oleh Al Azhar Mesir.
“Dengan ijazah ini, mereka tidak perlu mengikuti tes masuk tambahan maupun mendaftar melalui jalur umum Kementerian Agama. Cukup melalui jalur cabang resmi, mereka langsung diterima melanjutkan studi ke Kairo,” jelasnya.
DIAZ Jambi tercatat sebagai satu-satunya lembaga pendidikan di Provinsi Jambi yang memiliki status ini. Meskipun pengakuan didapat sejak 2019, penyaluran lulusan baru dimulai pada tahun 2023 dan terus berlanjut setiap tahunnya.
“Tahun ini adalah angkatan keempat. Alhamdulillah, status ini memberikan keistimewaan tersendiri bagi siswa kami – lulus dari sini berarti sudah memiliki jaminan untuk melanjutkan pendidikan ke universitas tertua dan terkemuka di dunia Islam,” tambahnya.
Ustadz Hafizh berpesan kepada 11 lulusan yang berangkat tahun ini agar memanfaatkan kesempatan langka tersebut sebaik mungkin. Ia berharap mereka mendalami ilmu secara sungguh-sungguh, menjadikan Al Azhar sebagai tempat membentuk akhlak dan keilmuan yang utuh.
“Kesempatan ini adalah amanah. Setelah lulus nanti, mereka bisa menekuni profesi apa pun – menjadi dosen, pejabat, pengusaha, atau tenaga profesional – namun tetap harus menjadi pendakwah melalui keahlian dan perilakunya. Tujuan akhirnya adalah melahirkan kader yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk kemajuan agama dan daerah Jambi,” pungkasnya.













