ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Semangat mengenang perjuangan para pendahulu kembali terasa dalam momentum peringatan Tragedi Perjuangan Sasak Kapuk. Pada Senin (17/8/2026), Ketua PDI Perjuangan PAC Bekasi Utara, Haikal Habibi Rahman, hadir dalam kegiatan Doa dan Tabur Bunga yang digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Bagi Haikal, Sasak Kapuk bukan sekadar lokasi yang menyimpan catatan sejarah. Peristiwa tersebut menjadi pengingat mengenai besarnya peran masyarakat Bekasi dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus menjadi sarana untuk menanamkan kembali semangat kepahlawanan kepada generasi penerus.
“Mengenang jasa pahlawan bukan sekadar mengingat nama dan sejarah, tetapi menjaga semangat perjuangan agar tetap hidup di tengah generasi penerus,” ujar Haikal Habibi Rahman.
Ia kemudian menyoroti sosok Kyai Haji Noer Alie yang menurutnya menjadi salah satu figur penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Bekasi. Sebagai ulama sekaligus pejuang, Kyai Haji Noer Alie dikenal memiliki keberanian, keteguhan hati, dan kecintaan terhadap tanah air.
Haikal mengatakan, perjalanan perjuangan Kyai Haji Noer Alie merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah masyarakat Bekasi dalam mempertahankan kemerdekaan. Karena itu, nilai-nilai yang diwariskan dari perjuangan tersebut dinilai penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda.
“Di Sasak Kapuk, kita kembali diingatkan bahwa tanah yang kita pijak hari ini memiliki cerita perjuangan yang tidak ternilai. Kemerdekaan yang kita nikmati bukan sesuatu yang datang begitu saja. Ada pengorbanan, air mata, keberanian, dan perjuangan para pendahulu yang harus terus kita hormati,” katanya.
Menurut Haikal, generasi muda saat ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda dengan para pejuang pada masa lalu. Perjuangan tidak harus diwujudkan melalui senjata, melainkan dapat dilakukan melalui berbagai kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
“Pemuda tidak harus mengangkat senjata untuk menjadi pejuang. Hari ini, perjuangan dapat diwujudkan melalui pendidikan, menjaga persatuan, bekerja dengan jujur, berkarya, menjaga lingkungan, menghormati orang tua, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah secara lebih mendalam. Generasi muda, kata Haikal, tidak cukup hanya mengetahui rangkaian peristiwa melalui buku, tetapi juga perlu menangkap nilai dan semangat yang melatarbelakangi perjuangan para pendahulu.
“Jangan sampai generasi muda hanya mengenal sejarah dari buku, tetapi tidak memahami nilai perjuangan di baliknya. Jadilah pemuda yang berani bermimpi, berani berkarya, dan berani mengambil tanggung jawab untuk masa depan Kota Bekasi dan Indonesia,” tuturnya.
Haikal menilai, doa dan tabur bunga di Sasak Kapuk memiliki pesan yang melampaui sebuah kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi sarana untuk kembali mengingat bahwa kemajuan bangsa yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari pengorbanan para pahlawan serta masyarakat yang berjuang pada masa lalu.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pahlawannya. Mari kita rawat sejarah, kita jaga persatuan, dan kita teruskan semangat perjuangan para pahlawan,” imbuh Haikal. ( Hery Sulistyo )













