Berita  

Rudy Heryansyah Desak Disnaker Bekasi Hidupkan Lagi BLK dan Beri Terobosan Pelatihan Kerja di Era Digital

ELEGANNEWS KOTA BEKASI 

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Rudy Heryansyah, mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi memperluas program pelatihan kerja yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pencari kerja sekaligus menekan angka pengangguran, terutama di kalangan lulusan sekolah menengah.

Rudy menilai, upaya mengatasi pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal. Para lulusan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), perlu dibekali keterampilan praktis dan sertifikasi kompetensi agar memiliki kesiapan lebih baik ketika memasuki dunia kerja.

“Disnaker harus membuat terobosan pelatihan kerja bagi anak-anak yang bersekolah di kejuruan seperti SMK, agar mereka memiliki bekal keterampilan,” kata Rudy, dikutip pada Sabtu (17/10/2026).

Menurut Rudy, persoalan sulitnya memperoleh pekerjaan menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat saat dirinya melaksanakan kegiatan reses di daerah pemilihannya beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan penanganan melalui program nyata yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja.

Ia berpandangan, penguasaan keterampilan yang relevan dapat memperbesar peluang generasi muda untuk bersaing dalam proses rekrutmen. Karena itu, pelatihan kerja perlu diarahkan agar peserta tidak sekadar mendapatkan materi pembelajaran, tetapi juga menguasai keahlian yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan industri.

“Apabila anak-anak kita memiliki bekal keahlian tentu nantinya dapat bersaing dan bisa langsung mendapat pekerjaan sesuai dengan kondisi kebutuhan di industri misalnya. Harus memiliki sertifikasi. Hidupkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK),” ucapnya.

Rudy juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sarana peningkatan kompetensi masyarakat. Menurutnya, keberadaan BLK perlu dioptimalkan untuk menyediakan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan sekaligus membantu pencari kerja meningkatkan kemampuan profesionalnya.

Ia menegaskan, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu faktor pendukung bagi pencari kerja untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Dengan bekal keterampilan yang terukur, lulusan sekolah menengah diharapkan mempunyai peluang lebih besar untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.

Tak hanya mendorong pelatihan keterampilan konvensional, seperti otomotif, pengelasan, dan tata boga, Rudy meminta Disnaker Kota Bekasi turut mengembangkan pelatihan berbasis ekonomi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi menghadirkan berbagai bidang pekerjaan baru yang dapat menjadi alternatif sumber penghasilan bagi generasi muda.

“Pelatihan di era digital itu penting. Bagaimana caranya agar mereka bisa menghasilkan uang dari media sosial, bisa jadi konten kreator, editor video, desain grafis, dan lain sebagainya. Itu peluang kerja yang sangat besar,” ujar Rudy.

Ia menjelaskan, perubahan teknologi turut memengaruhi jenis pekerjaan dan kompetensi yang dibutuhkan pasar. Sejumlah profesi digital kini memerlukan kemampuan khusus, sehingga pelatihan di luar pendidikan formal dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja tersebut.

Rudy berharap Disnaker Kota Bekasi mampu menyusun program pelatihan yang lebih adaptif, mulai dari penguatan keterampilan teknis hingga penguasaan kemampuan digital. Melalui program yang tepat sasaran, generasi muda diharapkan tidak hanya lebih siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu merintis usaha mandiri dan memanfaatkan peluang ekonomi berbasis teknologi. ( Hery Sulistyo )