Berita  

Diterpa Isu Hukum, Elektabilitas Paslon Ridho Tertinggi, Ini Alasannya

ELEGANNEWS BEKASI 

Lembaga Survei (LS) Lembaga Studi Visi Nusantara (LS-Vinus) merilis hasil elektabilitas Pasangan Calon (Paslon) 3 Walikota Bekasi menjelang 15 hari pencoblosan.

Hasil survei dilakukan pada tanggal 5 sampai 9 November 2024 dengan menggunakan metode Slovin serta melibatkan 800 responden. Untuk tingkat margin error 4 % dengan tingkat kepercayaan 95 %

Walaupun diterpa Isu hukum dan Korupsi, Paslon Tri Adhianto dan Abdul Harris Bobihoe elektabilitasnya tetap tertinggi dari yang lain.

Dalam rilis resmi yang dilakukan oleh Lembaga Studi Visi Nusantara (LS-Vinus), Selasa (12/11/24) paslon Tri Adhianto dan Harris Bobihoe mendapatkan perolehah elektabilitas mencapai 53,63 persen.

Sementara paslon nomor urut satu yakni Heri Koswara-Sholihin berada pada posisi kedua dengan perolehan 27,75 persen, sedangkan untuk paslon nomor urut dua yaitu, Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni hanya mendapatkan 3,50 persen.

Analis LS-Vinus, Rizki menyatakan hampir masyarakat Kota Bekasi memilih Calon Walikota Bekasi karena popularitasnya bukan terbebas dari kasus hukum dan korupsi.

“Saat pelaksanaan survei, kami menemukan jawaban dari responden mengenai paslon yang harus populer atau sering dilihat. Jadi para kontestan harus terkenal atau memiliki popularitas tinggi terlebih dahulu, baru masyarakat memilih,” katanya singkat.

Namun dirinya mewanti-wanti 3 Paslon Walikota Bekasi untuk tidak melakukan tindakan yang bisa merubah pilihan saat Pilkada.

“Dari hasil survei kami, 38,13 % masyarakat bisa merubah hak pilihnya saat Pilkada Kota Bekasi, maka dari itu saya mewanti-wanti Paslon lain untuk tetap menjaga elektabilitasnya.