Berita  

Aspirasi RW 08 Perwira Masuk Agenda Reses Rizki Topananda, Pendidikan Ikut Disoroti

ELEGANNEWS KOTA BEKASI 

Penyerapan aspirasi masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga. Hal itu tercermin dalam kegiatan Reses III DPRD Kota Bekasi Tahun 2026 yang digelar anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rizki Topananda, S.Sos., di RW 009, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan jaring aspirasi masyarakat tersebut dihadiri perwakilan RW 08 serta warga setempat. Pertemuan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan dan kebutuhan lingkungan yang diharapkan dapat diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan Kota Bekasi, khususnya untuk tahun anggaran 2027.

Dalam kegiatan tersebut, aspirasi warga menjadi bagian penting dari proses penyusunan prioritas pembangunan. Melalui reses, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada wakil rakyat, sehingga usulan yang berkembang di lingkungan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan program pembangunan daerah.

Rizki juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan. Menurutnya, upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan lingkungan, tetapi juga harus mencakup akses pendidikan bagi warga, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

“Begitupun hal pengajuan lainnya, termasuk pendidikan. Baik pendidikan dasar, menengah, maupun sampai jenjang perguruan tinggi. Pemerintah Kota Bekasi fokus dan concern juga di situ,” ujar Rizki.

Ia mencontohkan upaya mencari solusi bagi calon peserta didik yang belum mendapatkan tempat di sekolah negeri pada Momentum Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Menurutnya, akses pendidikan tetap perlu diupayakan agar anak-anak dapat melanjutkan sekolah meskipun belum diterima di sekolah negeri yang dituju.

“​Maka dalam momen Penerimaan Murid Baru kemarin, ketika ada beberapa murid anak yang enggak masuk sekolah negeri, kita coba cari solusi sementara sekolah swasta yang itu masih gratis karena biayanya ditanggung oleh Pemerintah Kota. Jadi, kalaupun enggak langsung ke saya, pasti saya ada tim yang bisa direct untuk ngawal,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pendampingan terhadap persoalan pendidikan yang dihadapi masyarakat. Tidak sekadar menampung keluhan, aspirasi warga juga memerlukan tindak lanjut dan pengawalan agar masyarakat memperoleh informasi serta solusi sesuai dengan program dan ketentuan yang berlaku.

Melalui Reses III ini, Rizki membuka ruang komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus mengidentifikasi persoalan yang memerlukan perhatian pemerintah daerah. Berbagai usulan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan dalam proses perencanaan anggaran 2027.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan fungsi representasi DPRD dengan kebutuhan masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka dan pengawalan aspirasi secara berkelanjutan, pembangunan di Kota Bekasi diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan warga, termasuk dalam peningkatan kualitas lingkungan dan pemerataan akses pendidikan. ( Hery Sulistyo )