Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan II: Puskesmas Karang Kitri Margahayu Kota Bekasi Perkuat Sinergi dan Gelar Skrining Kesehatan

ELEGANNEWS KOTA BEKASI

Puskesmas Karang Kitri Margahayu Kota Bekasi menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan Kedua tahun 2026, pada Kamis (25/6). Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan evaluasi untuk menyamakan persepsi serta mencari solusi atas berbagai tantangan kesehatan yang ada di wilayah Kelurahan Margahayu.

Kepala Puskesmas Karang Kitri Margahayu, dr. Rini Kurniawati Rusmandi, menjelaskan bahwa pertemuan ini diselenggarakan secara berkala setiap tiga bulan sekali. “Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap triwulan, sehingga dalam setahun berlangsung sebanyak empat kali. Kali ini kita membahas kondisi selama enam bulan pertama, yakni periode Januari hingga Juni,” ujarnya.

Dalam lokakarya ini, dihadirkan seluruh pemangku kepentingan setempat, mulai dari unsur Kecamatan, Kelurahan, TNI, Polri, UPTD Pendidikan, UPTD Keluarga Berencana, para Ketua RW, serta perwakilan forum kesehatan. Tujuannya untuk memaparkan capaian program, mengidentifikasi hal-hal yang belum tercapai, serta merencanakan langkah ke depan dengan dukungan bersama.

“Permasalahan kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pihak puskesmas saja. Diperlukan peran serta dan dukungan dari seluruh lintas sektor agar penanganannya berjalan efektif dan tepat sasaran,” tambah dr. Rini.

Undangan disampaikan kepada sekitar 50 peserta, namun pada kesempatan ini sebagian berhalangan hadir. Pihak puskesmas berharap ke depannya partisipasi semakin meningkat demi terciptanya kerja sama yang lebih harmonis dan kuat.

Selain rapat koordinasi, kegiatan hari ini juga dirangkaikan dengan layanan pemeriksaan kesehatan yang gratis karena telah difasilitasi sepenuhnya oleh pemerintah. Bidan Aqidatul Izzah Hasani, S.Tr.Keb. menjelaskan bahwa layanan yang disediakan meliputi skrining HPV DNA untuk deteksi dini kanker leher rahim dan skrining kanker payudara. Kedua jenis penyakit ini tercatat sebagai kasus kanker dengan angka kejadian tertinggi di Indonesia.

“Pemeriksaan ini melibatkan satu orang dokter dan enam orang bidan. Hari ini telah melayani 10 orang peserta, yang tidak hanya berasal dari Kelurahan Margahayu, tetapi terbuka bagi seluruh warga Kota Bekasi,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan himbauan penting kepada masyarakat, khususnya warga Kota Bekasi, bahwa skrining ini bertujuan untuk pencegahan sejak dini. “Kanker leher rahim maupun kanker payudara tidak muncul secara tiba-tiba dalam kondisi stadium akhir, melainkan memiliki tahapan perkembangan yang memerlukan waktu. Kondisi ini dapat dideteksi lebih awal melalui skrining. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan ini secara rutin minimal setahun sekali,” tegas Bidan Aqidatul Izzah Hasani, S.Tr.Keb.

Lebih lanjut dijelaskan, pemeriksaan HPV DNA juga dilengkapi dengan tes IVA sebagai metode pemeriksaan yang lebih sederhana. “Jika hasil tes IVA menunjukkan tanda positif, itu belum berarti sudah menderita kanker, melainkan baru ditemukan adanya jaringan prakanker yang masih bisa ditangani. Di Puskesmas Karang Kitri sendiri sudah tersedia layanan krioterapi untuk penanganan kasus tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa puskesmas ini merupakan salah satu dari sedikit fasilitas kesehatan yang memiliki layanan krioterapi di lingkungan Kota Bekasi, bahkan menjadi tempat rujukan resmi. “Seluruh puskesmas lain di Kota Bekasi yang menemukan pasien dengan hasil tes IVA positif akan merujuknya ke sini. Penanganan dilakukan oleh dokter yang sudah terlatih dan memiliki sertifikasi khusus dalam prosedur krioterapi,” jelasnya.

Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi jadwal kegiatan, pihak puskesmas biasanya menyebarkan pengumuman melalui selebaran dan membagikannya lewat akun media sosial resmi di Instagram.

Layanan ini diselenggarakan secara rutin setiap bulan. Khusus pemeriksaan HPV DNA baru dimulai sejak bulan Mei tahun ini, mengingat ketersediaan sarana dan peralatan medis baru dapat digunakan mulai periode tersebut. Sebanyak enam orang peserta dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi turut mengikuti pemeriksaan kesehatan pada kesempatan ini.

Diharapkan melalui rangkaian kegiatan ini, tingkat kesehatan masyarakat di wilayah Margahayu dan sekitarnya semakin terjaga, serta deteksi dini penyakit dapat dilakukan lebih awal demi penanganan yang lebih baik. (Edo)