Berita  

Mahasiswa Serikat Gajah Mada Ingatkan KPK: Tetap Kuat dan Bebas Kepentingan Politik

ELEGANNEWS JAKARTA 

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Gajah Mada mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (14/7/2026).

Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia yang dinilai semakin melemah.
Ketua Umum Serikat Mahasiswa Gajah Mada, Mesa, mengatakan organisasinya merupakan transformasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Gajah Mada.

Kedatangan mereka ke KPK bertujuan mengingatkan pentingnya menjaga independensi lembaga antirasuah sebagai garda terdepan dalam memberantas korupsi.

Menurut Mesa, korupsi merupakan kejahatan yang terorganisasi dan menjadi akar berbagai persoalan bangsa, mulai dari ketimpangan sosial hingga kemiskinan. Karena itu, keberadaan KPK dinilai sangat penting untuk memastikan penegakan hukum berjalan secara adil.

Dalam orasinya, Mesa juga menyoroti kondisi penegakan hukum yang menurutnya tengah menghadapi berbagai tantangan. Ia menilai kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum harus dipulihkan melalui penegakan hukum yang transparan, independen, dan bebas dari kepentingan politik maupun kekuasaan.
Selain itu, Mesa mengungkapkan kekhawatiran terhadap pelemahan KPK sejak perubahan Undang-Undang KPK pada 2019. Ia menilai sejumlah perubahan tersebut berdampak pada efektivitas lembaga dalam menangani perkara korupsi.
“Kami datang ke KPK untuk mengingatkan bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa yang harus diberantas secara serius. KPK harus tetap menjadi lembaga yang kuat dan independen dalam menjalankan tugasnya,” ujar Mesa.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak apatis terhadap berbagai persoalan hukum dan korupsi yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan penegakan hukum.

Mesa menegaskan bahwa mahasiswa akan terus menggunakan suara sebagai alat perjuangan untuk menyampaikan aspirasi publik. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu mengawal supremasi hukum dan memastikan pemberantasan korupsi tetap menjadi agenda utama bangsa.

Aksi ditutup dengan seruan persatuan antara mahasiswa dan masyarakat untuk terus mengawal penegakan hukum serta menjaga semangat pemberantasan korupsi di Indonesia.