Melalui MATAMUDA 2026, MTsN 1 Kota Bekasi Bentuk Generasi Moderat Berkarakter Panca Cinta

ELEGANNEWS KOTA BEKASI

MTs Negeri 1 Kota Bekasi yang beralamat di Jalan KH. Agus Salim No. 179, RT.001/RW.08, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat 17112, resmi menyelenggarakan kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan tema “Membentuk Generasi Moderat, Berkarakter Panca Cinta dan Siap Berprestasi di Era Digital”. Kegiatan perkenalan lingkungan madrasah ini bertujuan mempersiapkan siswa baru menghadapi proses pembelajaran dengan matang secara mental, sosial, emosional, maupun akademik.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasie Penmad) Kementerian Agama Kota Bekasi, Moh. Agung Istiqal, menyampaikan bahwa tahun ini sebanyak 352 siswa baru resmi diterima di MTsN 1 Kota Bekasi. Sebagai salah satu madrasah negeri unggulan yang berlokasi tepat di pusat kota Bekasi yang padat penduduk, keberadaan madrasah ini memiliki peran yang sangat strategis.

“Kami menaruh harapan besar, meskipun kami belum mampu mengakomodir seluruh putra-putri masyarakat Bekasi, madrasah hadir untuk melayani calon pemimpin masa depan agar tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan, namun juga taat etika, norma, dan memiliki akhlak yang mulia,” ujar Agung saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (13/7/2026 ).

Lebih lanjut dijelaskan, MATAMUDA adalah kegiatan perkenalan rutin yang dilaksanakan di seluruh madrasah negeri maupun swasta. Melalui kegiatan ini, siswa baru diperkenalkan langsung dengan lingkungan madrasah, gedung pembelajaran, tenaga pendidik, serta seluruh fasilitas yang tersedia.

Dalam menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh warga madrasah, Kemenag Kota Bekasi telah menjalin kerja sama lintas sektor dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) melalui program Sekolah Ramah Anak. Secara internal, peran Guru Bimbingan Konseling (BK) dan tenaga konseling sangat sentral untuk memantau perkembangan siswa, mulai dari minat bakat hingga mitigasi risiko perilaku yang tidak diinginkan sejak dini.

“Kami sangat berharap tidak ada satu pun siswa madrasah yang melakukan tindakan menyimpang. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengawasi dan mengoreksi. Sejauh ini, anak-anak madrasah dikenal sangat menjaga diri, bahkan sekadar datang terlambat pun mereka sudah merasa sungkan dan malu kepada guru,” tambahnya.

Pencegahan perilaku menyimpang juga dilakukan melalui berbagai pelatihan dan kerja sama erat dengan orang tua. Sampai saat ini, tingkat kepatuhan orang tua dalam penjemputan siswa sangat tinggi, bahkan banyak yang sudah tiba setengah jam sebelum jam pulang sekolah berakhir.

Terkait mekanisme pengaduan, Agung menjelaskan prosesnya berjenjang: masyarakat dapat menyampaikan aduan terlebih dahulu kepada wali kelas, kemudian diteruskan ke Guru BK, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, hingga Kepala Madrasah. Jika dirasa belum memuaskan, aduan dapat disampaikan langsung ke Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Kota Bekasi, Drs. H. Wahid Alfi, M.Pd., menambahkan kegiatan masa perkenalan ini sangat krusial karena madrasah memiliki karakteristik yang berbeda dengan sekolah umum pada umumnya. Kegiatan ini menjadi fondasi awal agar siswa merasa nyaman dan siap menempuh pendidikan di madrasah.

Terkait dukungan anggaran, Wahid menyampaikan saat ini madrasah hanya menerima alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat. Bantuan dari pemerintah daerah sifatnya sangat terbatas dan hanya berupa hibah BOSDA jika tersedia. Oleh karena itu, dukungan komite sekolah dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menunjang kelancaran berbagai kegiatan pendidikan.

“Harapan kami kedepannya semoga madrasah semakin maju, semakin dikenal luas, dan mampu mencetak prestasi yang membanggakan hingga ke kancah nasional maupun internasional,” pungkas Wahid. ( Edo )