Berita  

STIGMA Bupati Cup 2026 Satukan 54 Tim dari Tiga Provinsi, Rayakan Milad ke-49th Diniyyah Al-Azhar

ELEGANNEWS JAMBI

Dentuman perkusi, harmoni musik tiup, dan gerak langkah yang serempak menggema di GOR Serunai, Kabupaten Bungo, Sabtu (1/8/2026).

Ada sebanyak 54 tim marching band dari tiga provinsi dan empat kabupaten berkumpul dalam ajang STIGMA Bupati Cup Spectacular Inauguration Marching Arts 2026, sebuah kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-49 Diniyyah Al-Azhar.

Kompetisi ini tidak hanya menjadi perayaan hari jadi lembaga pendidikan tersebut, tetapi juga menjelma sebagai salah satu agenda marching arts terbesar di Kabupaten Bungo yang mempertemukan ratusan peserta untuk berkompetisi dalam semangat kreativitas, disiplin, dan sportivitas.

Pembukaan STIGMA berlangsung meriah. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Ketua Umum KONI Kabupaten Bungo, serta Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI). Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan seni marching band sekaligus pembinaan generasi muda di daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat menegaskan bahwa STIGMA tidak semata-mata menjadi arena kompetisi untuk mengejar gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan media pendidikan karakter yang menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas kepada para peserta.

“STIGMA ini bukan hanya ajang meraih prestasi. Besar harapan kita bersama agar kegiatan ini mampu membangun karakter dan sportivitas para peserta. Semoga kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi emas yang siap menjadi pemimpin di masa depan. Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya,” ujar Tri Wahyu Hidayat.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bungo untuk terus memberikan dukungan terhadap kegiatan marching band sebagai bagian dari pembinaan generasi muda melalui jalur seni, budaya, dan olahraga.

Menurutnya, kegiatan seperti STIGMA memiliki nilai strategis karena mampu menjadi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk belajar bekerja dalam tim, menghargai proses, sekaligus mengembangkan rasa percaya diri melalui penampilan di hadapan publik.

*Kompetisi Berstandar Nasional dan Internasional*

Penyelenggaraan STIGMA tahun ini juga menunjukkan peningkatan kualitas. Panitia menghadirkan jajaran dewan juri profesional dari dalam maupun luar negeri guna menjamin objektivitas penilaian sekaligus meningkatkan mutu kompetisi.

Salah satu juri yang hadir adalah Mr. Jimmie Wong dari Kuala Lumpur, Malaysia. Ia bergabung bersama seorang juri dari Padang serta tiga juri dari Jakarta yang memiliki pengalaman dalam dunia marching arts.

Kehadiran para juri tersebut memberi pengalaman berharga bagi peserta. Mereka tidak hanya dinilai berdasarkan hasil akhir, tetapi juga memperoleh evaluasi profesional yang dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas penampilan di masa mendatang.

*Tiga Kategori Dipertandingkan*

Dalam STIGMA Bupati Cup Spectacular Inauguration Marching Arts 2026, panitia mempertandingkan tiga kategori utama, yakni:

– Field Commander Competition STIGMA

– Music Concert Competition STIGMA

– Drum Line Battle STIGMA

Sepanjang perlombaan, puluhan tim menampilkan pertunjukan yang memadukan kemampuan musikal, kekompakan gerak, kreativitas koreografi, serta ketepatan ritme. Setiap penampilan mendapat sambutan antusias dari para penonton yang memenuhi arena pertandingan.

Atmosfer kompetisi berlangsung hangat namun tetap kompetitif. Para peserta saling menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam bingkai persaudaraan antarsekolah dan antardaerah.

*Merayakan Milad Lewat Pembinaan Talenta*

Bagi Diniyyah Al-Azhar, penyelenggaraan STIGMA merupakan bagian dari implementasi tema Milad ke-49, “Menjaga Tradisi, Terus Berinovasi.”

Melalui ajang ini, Diniyyah Al-Azhar ingin menunjukkan bahwa lembaga pendidikan tidak hanya berfokus pada penguatan akademik dan pendidikan keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan seni, kepemimpinan, serta karakter peserta didik.

Marching band dipandang sebagai media pembelajaran yang melatih disiplin, kerja sama, konsentrasi, ketangguhan mental, dan kepemimpinan—nilai-nilai yang sejalan dengan tujuan pendidikan karakter.

Karena itu, STIGMA tidak sekadar menjadi kompetisi tahunan, melainkan juga bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pembinaan seni marching band yang berkelanjutan di Kabupaten Bungo dan sekitarnya.

Panitia berharap STIGMA Bupati Cup dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan berskala lebih luas yang melahirkan bibit-bibit unggul di bidang marching arts, mempererat persaudaraan antardaerah, serta menjadi panggung lahirnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional.