Wali Kota Bekasi Dampingi Gubernur Jabar Paparkan Aplikasi Nyari Gawe, 2.887 Lowongan Kerja dari 23 Perusahaan Tersedia

ELEGANNEWS KOTA BEKASI

Warga Kota Bekasi kini dapat mengakses peluang kerja secara lebih mudah melalui aplikasi Nyari Gawe. Program yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses informasi lowongan kerja, meningkatkan transparansi proses rekrutmen, serta mencegah praktik percaloan dan pungutan liar (pungli) Senin,( 26/10/2026 ).

Dalam kegiatan bursa kerja daring yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, pemerintah mendorong pemanfaatan aplikasi Nyari Gawe sebagai sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi pekerjaan melalui jalur resmi.

Tri Adhianto menyampaikan bahwa antusiasme pencari kerja terhadap aplikasi Nyari Gawe cukup tinggi, meskipun baru beberapa hari diperkenalkan. Hal tersebut terlihat dari sejumlah lowongan yang jumlah pendaftarnya telah melampaui kapasitas yang tersedia.

Menurut Tri, kehadiran aplikasi ini diharapkan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa proses pencarian kerja dapat dilakukan melalui jalur resmi tanpa harus menggunakan jasa calo.

“Sekarang sudah tidak ada waktunya lagi melalui calo. Beberapa waktu lalu ada warga masyarakat yang merasa tertipu, bukan hanya warga Kota Bekasi, tetapi juga warga dari luar daerah yang masih mengandalkan sistem perekrutan tenaga kerja secara tatap muka,” ujarnya.

Tri juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri. Melalui akses informasi dan verifikasi terhadap perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI), pencari kerja diharapkan dapat lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas legalitasnya.

Ia mengungkapkan adanya kasus warga Kota Bekasi yang berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal. Kondisi tersebut berisiko menghilangkan jaminan keselamatan, kepastian pekerjaan, serta akses komunikasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia di negara tujuan.

Dari sisi sasaran, aplikasi Nyari Gawe terbuka bagi pencari kerja dengan latar belakang pendidikan yang beragam, mulai dari lulusan SD, SMP, SMA, SMK hingga sarjana. Rentang usia pencari kerja yang terdata juga bervariasi, termasuk masyarakat berusia hingga 45 tahun, menyesuaikan kebutuhan dan persyaratan masing-masing lowongan.

Tri menyebutkan, kondisi ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan, terutama di tengah tingkat pengangguran Kota Bekasi yang disebut berada di angka 7 persen.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mendorong optimalisasi aplikasi Nyari Gawe untuk memudahkan masyarakat mengakses lowongan kerja sekaligus menciptakan proses rekrutmen yang lebih transparan. Melalui program tersebut, perusahaan diharapkan aktif mengunggah informasi lowongan sehingga pencari kerja dapat berinteraksi langsung melalui platform resmi tanpa perantara yang berpotensi melakukan pungutan liar.

Upaya tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan bursa kerja daring yang berpindah lokasi setiap pekan ke berbagai kawasan industri dan perusahaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana promosi bagi kawasan industri baru serta kabupaten/kota yang sedang mengembangkan sektor industrinya.

Pelaksanaan bursa kerja daring tersebut telah memasuki edisi keenam dan diselenggarakan di enam kabupaten/kota di Jawa Barat.

Dalam pelaksanaan pekan ini, tercatat 2.887 lowongan kerja dari 23 perusahaan dengan 68 jenis jabatan. Kesempatan yang tersedia mencakup pekerjaan di dalam negeri maupun luar negeri, dengan lowongan luar negeri diinformasikan melalui P3MI.

Antusiasme terhadap peluang kerja luar negeri juga dinilai cukup tinggi. Disnakertrans Jawa Barat secara berkala memublikasikan informasi lowongan dari mitra P3MI melalui media sosial resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih mudah diakses dan dapat memeriksa legalitas penempatan kerja.

Terkait evaluasi pelaksanaan bursa kerja daring, Disnakertrans Jawa Barat menyebut jumlah lowongan yang tersedia cenderung meningkat, meskipun bergantung pada aktivitas rekrutmen dan penyelenggaraan bursa kerja di masing-masing daerah. Kabupaten Karawang, misalnya, sebelumnya telah menggelar job fair dengan sekitar 1.400 lowongan kerja. Sepekan kemudian, bursa kerja daring tingkat provinsi kembali dilaksanakan dengan ketersediaan 844 lowongan kerja pada kesempatan tersebut.

Ke depan, Disnakertrans Jawa Barat akan terus mendorong perusahaan untuk memanfaatkan aplikasi Nyari Gawe dan memasukkan informasi lowongan kerja secara langsung ke dalam platform tersebut. Partisipasi aktif perusahaan dinilai penting agar informasi kesempatan kerja dapat tersebar lebih luas dan menjangkau lebih banyak pencari kerja.