ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Dalam rangka melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal, Dewan Kesenian Kota Bekasi (DK3B) bersama Komunitas Batik Bekasi (Kombas) menggelar Workshop Pembuatan Batik Tulis Bekasi pada Minggu, 4 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal edukasi agar masyarakat tidak hanya mengenal batik dari hasilnya, tetapi juga memahami proses di balik setiap karya indah tersebut.
Alamsyah Praja, perwakilan Dewan Kesenian Kota Bekasi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh para guru, seniman, praktisi seni, serta perwakilan komunitas. Fokus utama acara bukan sekadar melihat karya batik, melainkan mempraktikkan langsung teknik pembuatannya termasuk penggunaan canting dan perbedaan antara batik tulis maupun cap.

“Banyak dari kita hanya mengenal batik Bekasi tanpa mengetahui bagaimana proses pembuatannya. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengapresiasi proses pembuatan batik sekaligus menumbuhkan minat dan bakat, terutama bagi generasi muda, agar lebih dekat dan mencintai karya lokal,” ujar Alamsyah.
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta ini menjadi langkah perkenalan awal. Rencananya, pada 11 Oktober 2026, akan diselenggarakan kegiatan serupa dengan jangkauan lebih luas mengundang pelajar SMA dan SMK sederajat di Gedung Ekraf/BCC, dengan tiga bidang sekaligus: membatik, seni musik, dan seni rupa lukis.
Sementara itu, Ketua Komite Ekraf Dewan Kesenian Kota Bekasi sekaligus Ketua Kombas, Barito Hakim Putra, menyampaikan kegiatan ini bertepatan dengan semangat Hari Batik Nasional. Ia mengingatkan, pengakuan UNESCO terhadap batik telah berusia 17 tahun sejak 2009, sehingga tanggung jawab menjaga dan mengembangkannya berada di tangan seluruh bangsa.
“Jika kita sudah memahami proses pembuatannya, kita tentu akan lebih menghargai karya tersebut. Batik adalah milik Indonesia yang diakui dunia—harus kita pelihara, jaga, dan kembangkan. Bahkan, desain batik pun bisa disesuaikan dengan selera generasi masa kini agar tetap relevan,” tegas Barito.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi; banyak yang baru pertama kali mempraktikkan langsung cara membuat batik. Harapannya, kecintaan terhadap batik tidak hanya terwujud dengan memakainya, tetapi juga berlanjut ke upaya pelestarian agar warisan budaya ini tetap lestari dan tidak diambil alih oleh bangsa lain. ( Edo Cassanova )













