ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Pemberdayaan UMKM untuk meningkatkan ekonomi keluarga, terbatasnya lapangan kerja bagi pemuda, minimnya fasilitas olahraga, hingga semrawutnya aktivitas perdagangan di Pasar Pejuang Jaya menjadi sejumlah persoalan yang disuarakan warga Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria. Berbagai aspirasi tersebut ditampung Anggota DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, saat menggelar Reses III Tahun Anggaran 2026 di RT 013/RW 011, Sabtu (10/10/2026).
Dalam pertemuan itu, warga tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga menitipkan harapan agar pembangunan di lingkungan mereka semakin menyentuh kebutuhan sehari-hari. Mulai dari penguatan ekonomi keluarga hingga penyediaan ruang kegiatan bagi generasi muda, seluruh usulan tersebut membutuhkan perhatian dan tindak lanjut yang terarah.

Muin menegaskan, reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk mendengar langsung suara masyarakat sekaligus memetakan persoalan yang perlu diperjuangkan melalui kebijakan dan penganggaran daerah.
“Reses ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mendengar langsung kebutuhan dan keluhan masyarakat. Aspirasi warga harus dicatat, dikaji, dan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD agar bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah,” ujar Muin, yang juga menjabat Sekretaris DPD PAN Kota Bekasi.
Dorong UMKM Perkuat Ekonomi Keluarga
Pemberdayaan UMKM, khususnya bagi ibu-ibu PKK dan kelompok majelis taklim, menjadi salah satu aspirasi yang mendapat perhatian. Warga berharap kelompok masyarakat tersebut memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha produktif sehingga dapat membantu menambah pendapatan keluarga.
Muin menilai, potensi ekonomi warga perlu didorong melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan dukungan pembinaan dan akses pemasaran yang memadai, kegiatan UMKM diharapkan tidak sekadar menjadi aktivitas tambahan, tetapi juga mampu berkembang menjadi sumber penghasilan.
“Potensi ekonomi masyarakat harus kita dorong. Ibu-ibu PKK dan majelis taklim, misalnya, bisa diberdayakan melalui kegiatan UMKM. Harapannya, mereka tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga,” tuturnya.
Ia menambahkan, peluang pengembangan usaha dapat diarahkan dengan melihat potensi pasar di kawasan Pejuang, Taman Harapan Baru (THB), dan Harapan Indah. Karena itu, sinergi berbagai pihak diperlukan untuk membuka akses pemasaran sekaligus memperkuat kemampuan warga dalam mengelola usaha.
Perluas Peluang Kerja dan Ruang Aktivitas Pemuda
Selain penguatan ekonomi keluarga, persoalan terbatasnya lapangan kerja bagi generasi muda turut menjadi perhatian. Warga berharap adanya dorongan yang lebih nyata untuk membuka akses terhadap pekerjaan, pelatihan keterampilan, maupun peluang berwirausaha.
Menurut Muin, pemuda perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
“Persoalan lapangan kerja bagi pemuda tidak bisa diabaikan. Kita perlu mendorong kolaborasi berbagai pihak agar generasi muda memiliki akses terhadap peluang kerja, pelatihan keterampilan, maupun kesempatan berwirausaha,” katanya.
Di sisi lain, warga juga mengusulkan penyediaan lapangan olahraga yang dapat dimanfaatkan Karang Taruna. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menunjang kegiatan kepemudaan, mengembangkan bakat, serta menyediakan ruang bagi generasi muda untuk melakukan aktivitas yang positif dan produktif.
Muin memandang, pembangunan lingkungan tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga perlu memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat. Kehadiran fasilitas olahraga yang layak diharapkan dapat menghidupkan kegiatan kepemudaan sekaligus memperkuat interaksi antarwarga.
Penataan Pasar Pejuang Jaya Perlu Solusi Bersama
Persoalan ketertiban di Pasar Pejuang Jaya juga menjadi sorotan dalam reses tersebut. Warga mengeluhkan aktivitas perdagangan pada pagi hari yang dinilai semrawut sehingga berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat dan kelancaran lalu lintas di sekitar pasar.
Muin menilai, penataan pasar perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya. Pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi harus tetap memberikan ruang bagi pedagang untuk mencari nafkah, tanpa mengabaikan ketertiban dan kenyamanan lingkungan.
“Pasar merupakan pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, penataannya perlu diperhatikan agar pedagang bisa beraktivitas dengan baik, sementara warga dan pengguna jalan tetap merasa nyaman. Persoalan ini perlu dikoordinasikan dengan pihak terkait supaya ditemukan solusi yang tepat,” tegasnya.
Ia berharap, persoalan tersebut dapat dibahas bersama pihak-pihak terkait untuk mencari pola penataan yang tepat. Dengan demikian, aktivitas perdagangan tetap berjalan, sementara kepentingan masyarakat luas juga terlindungi.
Kawal Aspirasi agar Tidak Berhenti di Forum Reses
Sebagai anggota DPRD Kota Bekasi yang telah menjalani empat periode pengabdian, Muin menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat perlu ditindaklanjuti secara terukur. Usulan yang masuk harus dicermati berdasarkan tingkat kebutuhan, skala prioritas, kewenangan pemerintah daerah, serta kemampuan anggaran.
Baginya, reses bukan sekadar forum untuk menampung berbagai masukan, melainkan bagian dari upaya memastikan kebutuhan masyarakat mendapat tempat dalam proses perencanaan pembangunan.
“Yang terpenting, aspirasi masyarakat jangan berhenti sebagai catatan. Kita akan melihat mana yang menjadi prioritas dan bagaimana mekanisme tindak lanjutnya, kemudian mendorong koordinasi dengan perangkat daerah terkait. Tentu semuanya harus disesuaikan dengan kewenangan, kemampuan anggaran, dan aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Melalui Reses III Tahun Anggaran 2026, Muin berharap berbagai persoalan yang disampaikan warga Pejuang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan Kota Bekasi.
Penguatan UMKM, perluasan peluang kerja bagi pemuda, penyediaan fasilitas olahraga, hingga penataan Pasar Pejuang Jaya merupakan kebutuhan yang saling berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Ia pun menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat agar setiap usulan dapat dikawal sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan begitu, reses diharapkan tidak hanya menjadi ruang menyampaikan aspirasi, tetapi juga menjadi salah satu pintu masuk bagi lahirnya solusi atas persoalan nyata yang dihadapi warga.
Ringkas artikel agar lebih padat
Perkuat lead dengan aspirasi utama
Kurangi pengulangan tentang aspirasi (Slam )













