Berita  

Aji Ali Sabana : Kadin Kota Bekasi Soroti Daya Beli Masyarakat dan Tantangan UMKM 

ELEGANNEWS KOTA BEKASI

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi, Aji Ali Sabana, menyoroti kondisi daya beli masyarakat yang dinilai masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Aji saat kegiatan HPMB bersama pelaku UMKM di Gedung PGRI, Pekayon, Bekasi, Selasa (25/8/2026).

Di tengah kondisi tersebut, Kadin Kota Bekasi terus mendorong penguatan UMKM melalui sejumlah program, terutama dalam membantu pelaku usaha memperoleh legalitas dan meningkatkan daya saing produk. Salah satunya melalui fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta pendampingan promosi produk UMKM.

“Kita beberapa waktu yang lalu telah melakukan berbagai macam kegiatan, termasuk kurasi. Kurasi seperti apa yang kita lakukan adalah terkait dengan legalitas usaha NIB, terkait dengan gerakan 1.000 sertifikasi halal telah kita lakukan. Terus yang ketiga, pendampingan untuk promosi produk UMKM”, ujar Aji.

Menurut Aji, tekanan terhadap daya beli masyarakat turut dipengaruhi kondisi ekonomi global yang berdampak pada aktivitas sektor usaha. Ia melihat masyarakat kini semakin selektif dalam membelanjakan uang, sehingga tingkat transaksi di berbagai pusat perbelanjaan ikut mengalami penurunan.

“Ya, kalau kita lihat pada kondisi ini, kondisi secara global, dampak daripada perang Amerika dan Iran beberapa waktu yang lalu dan sampai hari ini masih terjadi, itu berimbas pada ekonomi global. Dan pada akhirnya memberi dampak pada sektor-sektor usaha yang akhirnya pada stagnan. Dari mana kita tahu stagnan? Contoh kalau kita berkunjung ke pusat-pusat perbelanjaan, berapa banyak sih masyarakat yang mengeluarkan uang untuk transaksi? Ternyata lebih banyak yang hanya jalan-jalan. Artinya apa? Mereka tingkat transaksinya makin menurun, mereka untuk mengeluarkan uang saja susah”, tutur Aji.

Ia menambahkan, penurunan daya beli juga terlihat dari perubahan pola konsumsi kebutuhan sehari-hari. Kenaikan harga kebutuhan pokok, sementara pendapatan masyarakat relatif tetap, membuat konsumen harus melakukan penyesuaian terhadap pengeluaran.

“Terus yang kedua, bisa dilihat juga daya beli di biasanya masyarakat yang beli misal beli beras 1 bulan sekian kilo, ternyata berkurang. Itu ada daya beli yang makin menurun. Terus juga ditambah juga harga kebutuhan pokok makin menaik, sementara income mereka tetap. Akhirnya mereka harus melakukan adaptasi pengeluaran. Dan pada akhirnya apa? Daya beli masyarakat makin menurun, tentu roda perekonomian juga stagnan”, imbuh Aji.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Kadin Kota Bekasi berharap kondisi perekonomian secara bertahap dapat kembali membaik. Dukungan program stimulus dari pemerintah diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan aktivitas transaksi, serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk terus bertahan, tumbuh, dan berkembang. ( Hery Sulistyo )