Berita  

Klarifikasi Wali Murid: Dana Pengelolaan di SDN Setiamekar 06 Bukan Kebijakan Sekolah

ELEGANNEWS KAB.BEKASI

Terkait beredarnya kabar yang menimbulkan keresahan mengenai pengelolaan dana dan pengadaan kebutuhan peserta didik di SD Negeri Setiamekar 06, Kecamatan Tambun Selatan, pihak wali murid memberikan klarifikasi bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan program atau kebijakan resmi sekolah, melainkan murni hasil kesepakatan bersama antar orang tua siswa. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (23/07/2026).

Mama Mirza, salah satu orang tua murid, menjelaskan bahwa inisiatif pengumpulan dana kegiatan siswa untuk kegiatan dan perpisahan bersama ini lahir dari keinginan meringankan beban seluruh wali murid, terutama bagi mereka yang kurang mampu. “Tujuannya untuk keperluan kegiatan anak kelas 6, supaya tidak perlu melakukan saweran mendadak saat ada kebutuhan. Dana ini digunakan untuk membeli perlengkapan kelas, alat tulis, menjenguk siswa yang sakit, hingga persiapan perpisahan agar momen kelulusan anak-anak berkesan,” ujarnya.

 

Terkait nominal yang dikumpulkan, hal itu pun telah disepakati melalui musyawarah dengan mengambil suara terbanyak. “Kami semua wali murid melakukannya dengan ikhlas. Pemberian tanda terima kasih kepada guru pun kami anggap wajar, mengingat beliau telah mendidik anak-anak kami selama enam tahun,” tambahnya.

Senada dengan hal itu, Mama Viola menegaskan bahwa seluruh pengumpulan dan pengelolaan dana sepenuhnya menjadi tanggung jawab wali murid masing-masing kelas, tanpa keterlibatan pihak sekolah maupun tenaga pendidik. “Kejadian ini sebenarnya sudah berlalu, karena anak-anak kini sudah menjadi alumni. Semua inisiatif murni dari kami orang tua, dan anak-anak pun senang dengan pelaksanaannya. Dana ini sangat membantu dan tidak membebani,” jelasnya.

Ia juga berharap ke depannya tidak lagi muncul keresahan serupa. “Apabila ada wali murid yang keberatan dengan rencana kegiatan semacam ini, sebaiknya disampaikan sejak awal saat musyawarah berlangsung, bukan setelah kegiatan selesai. Pemberian cinderamata untuk guru pun telah dimusyawarahkan bersama sebagai kenang-kenangan atas dedikasi mereka,” tegas Mama Viola.

Sementara itu, Mama Dinda menyatakan keterkejutannya mendengar kabar yang kurang mengenakkan terkait hal ini. “Saya sangat terkejut, karena dana ini murni hasil kesepakatan bersama untuk kebutuhan belajar dan perlengkapan anak-anak. Kami hanya ingin memberikan yang terbaik dan meringankan beban satu sama lain. Semoga ke depannya segala hal dapat diselesaikan dengan musyawarah yang baik,” pungkasnya.