Lindungi Generasi Muda, Aliansi GENAP Kota Bekasi Gelar Edukasi Penyimpangan LGBTQ di SMK Bhakti Kartini

ELEGANNEWS KOTA BEKASI 

Upaya memberikan edukasi kepada generasi muda terkait pergaulan perilaku seksual menjadi perhatian dalam Seminar & Dialog “Ketahanan Sekolah & Keluarga, Benteng Penanggulangan LGBTQ” yang digelar di SMK Bhakti Kartini, Kota Bekasi, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang dihadiri para siswa SMK Bhakti Kartini tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Hj. Ii Marlina, S.Pd., Ketua Divisi Ketahanan Keluarga ALPPIND Jabar sekaligus Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS; Dr. Hj. Tuty Mariani, MM, Wakil Ketua Departemen Pengembangan Jaringan Organisasi dan Perlindungan Anak MPP ICMI/GNKK; dr. Reno Yovial, Praktisi Kesehatan GNKK; Ust. Verry Koestanto, Ketua Aliansi GENAP (Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual) Kota Bekasi; serta Dra. Hj. Neneng D. Nurman, M.Farm., Pimpinan Yayasan Bhakti Kartini.

Dalam seminar dan dialog tersebut, para siswa diberikan edukasi mengenai fenomena perilaku seksual yang dinilai berisiko bagi pelajar, termasuk berbagai pengaruh yang dapat muncul dari lingkungan pergaulan maupun paparan konten di media sosial.

Para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi perilaku seksual di kalangan pelajar serta pentingnya peran sekolah dan keluarga dalam memberikan pendampingan, komunikasi, dan edukasi kepada anak.

Ketua Aliansi GENAP Kota Bekasi, Ust. Verry Koestanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi kepada generasi muda.

“Kita berkolaborasi dari Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual (GENAP) yang didirikan di pertengahan bulan Agustus kemarin, bekerja sama dengan ICMI Pusat, kemudian juga dengan ALPPIND. Dalam rangka memberikan edukasi kepada anak-anak pelajar,” ujar Ust. Verry.

Menurutnya, edukasi kepada pelajar perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sekolah, keluarga, organisasi masyarakat, serta pihak yang memiliki perhatian terhadap perlindungan anak.

Seminar tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman siswa dalam menghadapi berbagai pengaruh lingkungan dan media sosial, sekaligus mendorong sekolah dan keluarga menjadi ruang pendampingan yang mampu melindungi tumbuh kembang generasi muda. ( Hery Sulistyo )