Pengaruh LGBTQ Bisa Muncul di Sekolah, Hj. Ii Marlina Sampaikan Pesan Tegas di SMK Bhakti Kartini

ELEGANNEWS KOTA BEKASI 

Lingkungan sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan membangun ketahanan generasi muda menghadapi berbagai pengaruh pergaulan. Hal itu disampaikan Hj. Ii Marlina, S.Pd., Ketua Divisi Ketahanan Keluarga ALPPIND Jawa Barat sekaligus Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS, dalam Seminar & Dialog “Ketahanan Sekolah & Keluarga, Benteng Penanggulangan LGBTQ” di SMK Bhakti Kartini, Kota Bekasi, Rabu,( 12/8/2026 ).

Di hadapan para siswa, Hj. Ii Marlina menekankan bahwa pelajar merupakan generasi yang nantinya akan meneruskan estafet kehidupan bermasyarakat. Karena itu, menurutnya, sekolah perlu mendapatkan informasi dan edukasi yang memadai mengenai berbagai fenomena perilaku seksual yang berkembang di lingkungan sekitar.

Ia berpandangan, pembahasan mengenai LGBTQ tidak semestinya hanya dikaitkan dengan lingkungan tertentu seperti tempat hiburan malam. Menurutnya, pengaruh dan fenomena tersebut juga perlu dipahami dalam konteks lingkungan pergaulan anak dan remaja, termasuk di sekolah.

“Mereka ini kan generasi yang akan menjadi penyambung perpanjangan tangan kita ya. Sehingga sekolah ini butuh mendapatkan informasi terkait ini. Karena munculnya bibit-bibit LGBT tersebut, itu tidak hanya dari klub malam gitu, bisa jadi di sekolah pun ada,” ujar Ii Marlina.

Menurutnya, pemberian edukasi sejak dini menjadi salah satu langkah preventif agar pelajar memiliki pengetahuan yang cukup dalam menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan mereka. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan dapat mengenali perilaku yang dinilai menyimpang dan mengetahui hal-hal yang perlu dihindari.

“Nah, ini juga yang menjadi tujuan kami supaya mereka juga tahu ketika ada minimal yang menyerupai menyimpang gitu, mereka tahu ciri-ciri dan apa yang bisa mereka hindari itu seperti apa. Makanya kita sampaikan perilaku ini bisa merusak masa depan,” sambungnya.

Ia menilai upaya membentengi generasi muda tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga menjadi bagian penting dalam memberikan pendampingan, membangun komunikasi dengan anak, sekaligus memastikan mereka memperoleh informasi yang tepat dalam menghadapi perkembangan lingkungan dan media sosial.

Dalam seminar tersebut, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi perilaku seksual di kalangan pelajar serta berbagai tantangan yang muncul akibat pergaulan dan paparan informasi melalui media sosial.

Kegiatan ini turut menghadirkan Dr. Hj. Tuty Mariani, MM, Wakil Ketua Departemen Pengembangan Jaringan Organisasi dan Perlindungan Anak MPP ICMI/GNKK; Ust. Verry Koestanto selaku Ketua Aliansi GENAP (Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual) Kota Bekasi; serta Dra. Hj. Neneng D. Nurman, M.Farm., selaku Pimpinan Yayasan Bhakti Kartini.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi dan perlindungan bagi pelajar, sehingga sekolah dan keluarga dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda sekaligus membekali mereka menghadapi berbagai pengaruh yang berpotensi memengaruhi masa depan. ( Hery Sulistyo )