ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Gelaran Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid 3 Tahun 2026 berlangsung meriah di kawasan Car Free Day (CFD) Ahmad Yani, Plaza Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang menampilkan beragam kekayaan budaya Nusantara tersebut dihadiri Wali Kota Bekasi H. Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi H. Abdul Harris Bobihoe, Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan, Ketua MUI Kota Bekasi KH Saifudin Siroj, serta jajaran pejabat dari berbagai dinas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Kemeriahan PNBK Jilid 3 terlihat dari rangkaian kirab budaya yang menampilkan beragam kultur dari berbagai daerah di Indonesia. Perbedaan suku dan budaya tersebut hadir dalam satu ruang, mencerminkan wajah Kota Bekasi sebagai daerah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
FKUB Kota Bekasi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PNBK Jilid 3. Menurut FKUB, kegiatan semacam ini memiliki nilai penting karena tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk memperluas wawasan kebangsaan dan pemahaman tentang keberagaman.
Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan mengatakan, kegiatan PNBK memberikan pengalaman positif bagi masyarakat yang menikmati akhir pekan sekaligus memperoleh pemahaman mengenai keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan Kota Bekasi.
“Sangat menarik di akhir pekan ini masyarakat mendapatkan hiburan sekaligus wawasan kebangsaan tentang keberagaman di Kota Bekasi,” ujar Abdul Manan.
Abdul Manan menegaskan, menjaga kemajemukan sebuah kota tidak cukup hanya dengan memperhatikan aspek kehidupan antarumat beragama. Menurutnya, keberagaman suku dan budaya juga menjadi faktor penting yang harus mendapat perhatian dalam membangun kerukunan di tengah masyarakat.
Perlu diingat bahwasanya tidak hanya unsur agama saja yang jadi faktor perhatian dalam kemajemukan suatu kota, tetapi suku dan budaya juga jadi salah satu hal yang penting dalam kerukunan umat.
Melalui PNBK Jilid 3, keberagaman tersebut ditampilkan secara terbuka melalui kirab budaya dari sejumlah kultur di Indonesia. Perhelatan ini sekaligus menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk mengenal dan menghargai kekayaan budaya yang hidup berdampingan di Kota Bekasi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama serta ajakan kepada masyarakat untuk menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.
Pesan tersebut memperkuat makna PNBK bukan hanya sebagai perayaan budaya, tetapi juga sebagai momentum membangun persatuan, kepedulian dan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bekasi. ( Hery Sulistyo )













