ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Kondisi Kali Bekasi yang melintasi Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, memicu kekhawatiran warga setelah warna air berubah menjadi hitam pekat disertai aroma menyengat selama tiga hari terakhir. Dampak pencemaran tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat sekitar sungai, tetapi juga berpengaruh terhadap pasokan air baku PDAM Tirta Patriot yang menyebabkan distribusi air bersih kepada pelanggan ikut terganggu Selasa,( 4/8/2026 ).
Akibat kondisi tersebut, pelanggan PDAM di wilayah Bekasi Utara mengaku telah menerima air dengan kualitas kurang baik selama hampir sepekan sehingga belum dapat digunakan secara maksimal untuk kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah warga menduga perubahan kualitas air dipicu oleh masuknya limbah ke aliran Kali Bekasi. Mereka menyebut peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi dan biasanya muncul saat musim kemarau, ketika volume air sungai mengalami penurunan.
“Dari Minggu lalu sudah bau dan kotor airnya juga,” kata Atih, warga Margamulya, saat ditanya sejak kapan kondisi air berubah.
Menurut warga, berkurangnya debit air dari wilayah hulu saat musim kemarau diduga memperburuk pencemaran karena membuat konsentrasi limbah di sungai semakin tinggi.
Masyarakat pun menduga sumber limbah berasal dari kawasan industri di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, maupun Bantar Gebang, Kota Bekasi. Meski demikian, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari instansi berwenang terkait asal-usul pencemaran tersebut maupun langkah penanganan yang akan ditempuh.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap sumber pencemaran serta mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti membuang limbah ke aliran Kali Bekasi. ( Hery Sulistyo )













