ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Semangat dan bakat sastra pelajar Bekasi tampil memukau dalam Lomba Baca Puisi & Musikalisasi Puisi yang digelar Minggu, 23 Agustus 2026. Peserta SMP dan SMA dari berbagai sekolah tampil percaya diri, membacakan puisi dengan penghayatan mendalam dan diiringi musik yang menyentuh hati. Di tengah derasnya arus hiburan digital, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sastra masih hidup dan tumbuh kuat di kalangan generasi muda Bekasi.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bekasi, diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Drs. Nadih Arifin, M.Si., beserta jajaran. Kehadiran ini menunjukkan bahwa pembinaan seni dan budaya menjadi perhatian nyata pemerintah, dan ketika pemerintah, sekolah, seniman, serta panitia bersinergi, ekosistem kebudayaan yang kokoh pun terbentuk.

Kolaborasi Antar-Komite Kunci Kesuksesan
Dewan Kesenian Kota Bekasi (DK3B) membuktikan kekuatan gotong royong. Komite Sastra sebagai penyelenggara utama mendapat dukungan penuh dari Komite Teater, Komite Musik, dan Komite Ekraf. Sinergi ini menjadi pesan penting: seni tidak bisa berjalan sendiri sastra butuh ekspresi, teater butuh musik, dan ekonomi kreatif menjamin keberlanjutan.
Dua sosok yang patut diapresiasi adalah Barito Hakim (Ketua Komite Ekraf) dan Hambali (Ketua Komite Musik), yang memberikan dukungan materi maupun moril. Dukungan ini bukan sekadar bantuan, melainkan pesan kuat: “Kalian tidak berjuang sendiri.” Inilah kolaborasi sesungguhnya hadir membangun dari bawah, bukan hanya saat kegiatan sudah besar.

Apresiasi juga layak diberikan kepada Ketua Umum DK3B, Alamsyah Praja, S.Sn., yang terus mendorong lahirnya ruang-ruang seni bagi masyarakat, serta Ketua Komite Sastra Umar Tajuddin dan panitia yang dipimpin Nina Horas atas kerja keras luar biasa di balik layar.
Potensi Besar, Harapan ke Depan
Kegiatan ini membuktikan potensi seni pelajar Bekasi sangat besar. Peserta tidak hanya membaca teks, tetapi memahami makna, mengolah emosi, dan menerjemahkannya lewat musik dan gerak. Dengan pembinaan berkelanjutan, dari panggung ini bisa lahir penyair, musisi, dan seniman muda masa depan Kota Bekasi.

Yang terpenting, semangat gotong royong ini jangan berhenti. Lomba ini bukan sekadar mencari juara, melainkan menumbuhkan proses belajar dan ruang berkarya. Diharapkan ke depannya lahir berbagai kegiatan lanjutan workshop, festival, hingga diskusi sastra yang makin memperkokoh ekosistem seni di Bekasi.
Karena kebudayaan tidak tumbuh sendirian. Kebudayaan tumbuh ketika semua komite saling bergandengan tangan. Dan kalau semangat gotong royong ini terus hidup di DK3B, masa depan seni dan kebudayaan Kota Bekasi punya alasan kuat untuk optimis.













