ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu modal penting dalam menjaga kondusivitas wilayah di tengah keberagaman masyarakat. Meski kehidupan sosial di Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, selama ini berlangsung harmonis, kewaspadaan terhadap potensi provokasi yang dapat mengganggu kerukunan tetap perlu dijaga.
Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Pondok Melati, Sumito, menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan dalam agenda pelantikan pengurus FKDM dan bimbingan teknis (Bimtek) FKDM kecamatan se-Kota Bekasi di Gedung Pangudi Luhur, Margahayu, Bekasi Timur, Selasa (27/10/2026).
Menurut Sumito, sejumlah kelurahan di wilayah Pondok Melati memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Kondisi tersebut tercermin dari kehidupan masyarakat yang beragam dan tetap mampu menjaga keharmonisan dalam kehidupan beragama.
“Di Beberapa kelurahan di Pondok Melati adalah yang termasuk Wilayah yang nilai tolerannya tinggi, karena kondusif dalam kemajemukan masyarakat Beragamanya, tapi Kami tetap siaga akan ancaman provokasi yang sifatnya senyap,” ujar Sumito.
Ia menjelaskan, selama ini masyarakat Pondok Melati menjunjung tinggi kerukunan dan kondusivitas lingkungan. Namun, FKDM tetap perlu mencermati berbagai persoalan di tengah masyarakat yang berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak ditangani dengan baik.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keterbatasan lahan parkir di sejumlah rumah ibadah, terutama saat akhir pekan ketika aktivitas peribadatan meningkat. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu mobilitas warga dan memicu kesalahpahaman dengan masyarakat di lingkungan sekitar.
“Kondisinya kalau lahan parkir Tempat Ibadah suka penuh saat weekend, oleh sebab itu pengurus Rumah ibadah wajib koordinasi untuk kelancaran mobilitas dan menghindari konflik kecil masyarakat sekitar, takutnya merembet ke arah agama,” imbuh Sumito.
Karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi antara pengurus rumah ibadah dengan lingkungan sekitar untuk mengantisipasi persoalan parkir dan menjaga kenyamanan bersama. Langkah komunikasi tersebut dinilai penting agar persoalan teknis di lapangan tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.
Di sisi lain, FKDM Kecamatan Pondok Melati menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi melalui pelaksanaan program kerja yang kolaboratif. FKDM juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan unsur tiga pilar di wilayah dalam mendukung deteksi dini serta pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, FKDM Pondok Melati berharap kerukunan masyarakat yang telah terjaga dapat terus dipertahankan, sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap berbagai potensi persoalan sosial tanpa mengabaikan semangat toleransi dan kebersamaan. ( Hery Sulistyo )













