ELEGANNEWS KOTA BEKASI
Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi terus diperkuat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkolaborasi dengan Anggota DPR RI dan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) menggelar pelatihan teknis pemasangan baja ringan di Aula Kecamatan Bekasi Utara, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mencetak tenaga terampil yang mampu mendukung pembangunan dan renovasi rumah secara lebih aman, efisien, serta mengikuti perkembangan teknologi konstruksi.
Pelatihan tersebut tidak hanya menyasar tukang bangunan, tetapi juga melibatkan unsur masyarakat dari 12 kecamatan di Kota Bekasi. Sekitar 90 peserta yang terdiri atas pengurus RT/RW, warga, hingga ibu rumah tangga diberikan pembekalan mengenai teknik dasar pemasangan baja ringan agar memiliki keterampilan baru yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPR RI Fraksi PKB H. Sudjatmiko, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Anggota DPRD Kota Bekasi Rizki Topananda, Perwakilan Camat Bekasi Utara, dan Lurah Perwira Bambang S.
Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Sudjatmiko, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi Kementerian PU. Menurutnya, pemahaman terhadap teknologi konstruksi modern akan membantu masyarakat melakukan perbaikan rumah secara mandiri untuk kerusakan ringan, tanpa harus selalu bergantung pada tenaga dari luar daerah.
“Ini adalah upaya pemberdayaan masyarakat yang diusulkan oleh Kementerian PU, supaya masyarakat lebih tahu penggunaan dan pemanfaatan teknologi baja ringan. Harapannya, rumah-rumah yang tidak memerlukan perbaikan berat bisa ditangani oleh masyarakat sendiri,” ujar Sudjatmiko.
Lebih lanjut, Sudjatmiko menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas para tukang lokal juga dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan Program Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS). Dengan semakin banyak tenaga yang memiliki kompetensi teknis, pelaksanaan program bantuan pemerintah diharapkan berjalan lebih cepat, efektif, dan melibatkan sumber daya manusia dari wilayah setempat.
“Para tukang yang sudah ada dikembangkan keahliannya agar lebih mahir. Nanti pada saat kami mengucurkan program Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS), jumlah tenaga ahli dan aplikator lokal sudah makin bertambah dan siap bekerja,” tambahnya.
Melalui kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), DPR RI, dan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI), pelatihan ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, memperkuat kapasitas tenaga konstruksi lokal, sekaligus meningkatkan kualitas dan standar keamanan pembangunan rumah swadaya di Kota Bekasi. ( Hery Sulistyo )













