ELEGANNEWS JAMBI
Menulis bukan sekadar merangkai kata. Di balik sebuah tulisan yang bermakna terdapat gagasan, pengalaman, dan keberanian untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain.
Semangat itulah yang hendak dibangun Diniyyah Al-Azhar Jambi melalui Workshop Kepenulisan bersama penulis dan praktisi kreatif, Bimo Logo Pribadianto.
Kegiatan yang mengusung semangat “Menjaga Tradisi, Terus Berinovasi” tersebut akan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 13.30–15.00 WIB, di Diniyyah Al-Azhar Jambi.
Workshop ini dirancang sebagai ruang bagi peserta untuk belajar mengolah gagasan menjadi tulisan. Peserta tidak hanya diajak memahami teknik menulis, tetapi juga menemukan cara agar ide yang dimiliki dapat dituangkan menjadi karya yang menarik dan inspiratif.
“Saatnya mengasah ide menjadi tulisan yang bermakna,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi publikasi kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program literasi Diniyyah Al-Azhar Jambi. Melalui workshop, tradisi membaca dan menulis diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas akademik, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang mendorong peserta didik untuk berpikir, berekspresi, dan berkarya.
Dari Gagasan Menjadi Karya
Menulis sering kali dimulai dari sesuatu yang sederhana: sebuah pertanyaan, pengalaman, kegelisahan, atau gagasan yang muncul dalam keseharian. Tantangannya adalah bagaimana sesuatu yang masih berada dalam pikiran itu dapat diubah menjadi tulisan yang utuh dan memiliki makna.
Di titik inilah workshop bersama Bimo Logo Pribadianto menjadi relevan. Peserta mendapatkan ruang untuk mengasah kemampuan kepenulisan sekaligus belajar bagaimana mengembangkan gagasan agar dapat dikomunikasikan dengan baik.
Bagi lingkungan pendidikan, kemampuan menulis memiliki arti lebih luas daripada sekadar keterampilan menyusun kalimat. Menulis melatih seseorang untuk berpikir secara runtut, memilih informasi, menyusun argumentasi, sekaligus mempertanggungjawabkan gagasan yang disampaikan.
Semangat tersebut sejalan dengan tema besar kegiatan, “Menjaga Tradisi, Terus Berinovasi.” Membaca dan menulis merupakan tradisi intelektual yang perlu terus dipelihara. Namun, cara generasi muda mengembangkan dan menyebarkan gagasan terus berubah mengikuti perkembangan zaman.
Karena itu, tradisi literasi membutuhkan ruang baru agar tetap hidup di tengah perubahan.
Workshop tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi dalam dunia kepenulisan. Kehadiran Bimo Logo Pribadianto diharapkan dapat memberikan perspektif praktis kepada peserta dalam mengolah gagasan menjadi karya yang lebih menarik.
Program ini turut didukung oleh sejumlah mitra, antara lain Gramedia, Elex Media Komputindo, dan Quanta.
Pada akhirnya, kegiatan ini membawa pesan sederhana tetapi penting: gagasan yang baik membutuhkan keberanian untuk dituliskan. Sebab, sebuah pikiran yang hanya tinggal di kepala akan berhenti sebagai pikiran. Sebaliknya, ketika dituangkan menjadi tulisan, ia dapat dibaca, diperdebatkan, dikembangkan, dan mungkin menginspirasi orang lain.
Melalui kegiatan semacam ini, Diniyyah Al-Azhar Jambi tidak hanya mengajak generasi muda untuk mencintai literasi, tetapi juga mendorong mereka menjadi bagian dari tradisi intelektual yang terus tumbuh membaca, berpikir, menulis, dan berinovasi.













